Premier League Vonis Manchester City Bersalah, Manipulasi Sponsor Hampir 1 Miliar Paun

Ari
By Ari
6 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com, Manchester – Premier League secara resmi menyatakan Manchester City bersalah atas sejumlah pelanggaran aturan finansial yang berat. Salah satu temuan utama adalah adanya penggelembungan nilai sponsor yang mencapai hampir 1 miliar paun sterling.

Komisi Independen Premier League menemukan bahwa Manchester City terbukti bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan pelanggaran finansial yang diajukan. Pelanggaran tersebut terjadi dalam rentang waktu 2009 hingga 2018.

Keputusan ini menjadi salah satu kasus disipliner paling signifikan dalam sejarah Premier League. Proses penyelidikan yang berlangsung lama akhirnya menghasilkan kesimpulan bahwa manajemen klub melakukan serangkaian praktik untuk mengakali aturan finansial yang berlaku.

Premier League Vonis Manchester City Bersalah

Empat Pelanggaran Besar yang Ditemukan

Komisi Independen mengidentifikasi setidaknya empat kategori pelanggaran utama yang dilakukan Manchester City. Temuan ini dihasilkan setelah penyelidikan mendalam terhadap dokumen keuangan dan kesepakatan bisnis klub.

Pertama, terdapat kesepakatan sponsor yang dinilai fiktif atau digembungkan nilainya. Pihak sponsor hanya menanggung sebagian dari nilai perjanjian yang dilaporkan, sementara sebagian besar sisanya didanai oleh Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), kelompok usaha yang memiliki Manchester City.

ADUG juga disebut mendanai pengaturan lain yang membuat biaya operasional klub tampak lebih rendah dibandingkan pengeluaran sebenarnya. Salah satu skema yang teridentifikasi adalah “sham circular arrangement” bersama Fordham, entitas yang membeli hak citra para pemain Manchester City. Kesepakatan tersebut juga dibiayai oleh ADUG.

Total nilai penggelembungan sponsor yang ditemukan mencapai 949,9 juta paun atau sekitar Rp 21,3 triliun. Angka ini menjadi salah satu temuan paling mencolok dalam keseluruhan kasus.

Kedua, laporan keuangan klub dinilai tidak akurat. Ketiga, Manchester City dinyatakan melanggar batasan pengeluaran yang ditetapkan baik oleh Premier League maupun UEFA. Keempat, klub dianggap tidak kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

Latar Belakang Penyelidikan yang Panjang

Penyelidikan terhadap Manchester City merupakan salah satu proses terpanjang dan paling kompleks yang pernah ditangani Premier League. Klub yang dimiliki oleh pihak-pihak terkait Abu Dhabi ini telah menjadi objek pemeriksaan terkait kepatuhan terhadap aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) serta ketentuan Financial Fair Play sebelumnya.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with