Keadilanrakyatnews.com – Kota Makassar mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, atas keberhasilannya menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Giring saat menghadiri acara penutupan KMI 2026 di Hotel Claro Makassar, Jumat (30/10/2026) malam. Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin serta komunitas, musisi, dan pegiat musik dari berbagai daerah di Indonesia.
Giring secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar yang telah memfasilitasi penyelenggaraan agenda nasional tersebut.
“Event nasional KMI di Kota Makassar berjalan sukses, ini luar biasa. Terima kasih sahabatku Pak Wali Kota Makassar, Bapak Munafri, telah menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan ini,” ujar Giring.

KMI 2026 Jadi Momentum Memperkuat Ekosistem Musik Nasional
Konferensi Musik Indonesia 2026 berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan berskala nasional ini mempertemukan komunitas, pelaku industri, serta pegiat musik dari berbagai wilayah Indonesia untuk bertukar gagasan dan membahas masa depan musik Tanah Air.
Menurut Giring, keberhasilan penyelenggaraan KMI 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran sebuah agenda nasional. Lebih dari itu, konferensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia.
Ia menilai musik mempunyai peran besar dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi wadah ekspresi dan kreativitas, musik juga dapat menghadirkan hiburan, membantu masyarakat melepas penat, serta menciptakan kebahagiaan.
Karena itu, seluruh potensi musik nasional perlu terus dikembangkan. Upaya tersebut, kata Giring, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, musisi, komunitas, akademisi, praktisi hukum, hingga jejaring musik internasional.
“Kementerian Kebudayaan tidak bisa melakukannya sendiri. Kami sangat membutuhkan bantuan, informasi, dorongan, rekomendasi, dan kerja keras bersama,” katanya.
Giring juga memastikan bahwa hasil pembahasan dan rekomendasi yang dirumuskan dalam KMI 2026 akan menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Hasil rekomendasi KMI 2026 akan saya sampaikan kepada Bapak Menteri Kebudayaan dan lembaga terkait, untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi pijakan dalam memperkuat kebijakan kebudayaan, khususnya pengembangan ekosistem musik nasional. Dengan demikian, aspirasi pelaku musik dari berbagai daerah dapat memperoleh ruang dalam proses penyusunan kebijakan.
