Keadilanrakyatnews.com, Jakarta – WhatsApp memperkenalkan fitur kontrol orang tua (parental controls) khusus untuk akun remaja berusia 13 hingga 17 tahun. Fitur ini memungkinkan orang tua atau wali yang berusia 18 tahun ke atas bersama remaja mengatur pengalaman penggunaan aplikasi secara lebih aman.
Pengaturan yang dapat dikontrol mencakup privasi akun, aktivitas grup, penggunaan Saluran (Channels), Status, hingga interaksi dengan Meta AI. Fitur ini diumumkan setelah sebelumnya WhatsApp memperkenalkan akun khusus anak usia 10-12 tahun yang dikelola langsung oleh orang tua.
Secara default, WhatsApp memungkinkan anak berusia 13 tahun untuk mendaftar dan menggunakan aplikasi secara mandiri. Namun, kini platform milik Meta menambahkan lapisan pengamanan tambahan yang bersifat opsional bagi akun remaja.
Dirancang untuk Mendukung Percakapan, Bukan Memata-matai
WhatsApp menekankan bahwa fitur kontrol orang tua ini bersifat opsional. Fitur tersebut dirancang untuk mendukung percakapan terbuka antara orang tua dan remaja mengenai cara menggunakan aplikasi, bukan untuk memberikan akses kepada orang tua terhadap pesan pribadi anak.
Orang tua akan menerima notifikasi terkait aktivitas tertentu tanpa harus memantau isi percakapan. Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan privasi komunikasi pribadi.
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (1/10/2026), WhatsApp menegaskan bahwa pesan dan panggilan pribadi tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, pihak di luar percakapan, termasuk WhatsApp maupun orang tua, tidak dapat membaca atau mendengarkan isinya.

Apa Saja yang Bisa Diatur Orangtua?
Fitur Parental Controls memungkinkan orang tua dan remaja mengatur bersama sejumlah aspek penggunaan WhatsApp. Salah satu pengaturan utama adalah privasi akun. Orang tua dapat menentukan siapa saja yang boleh melihat foto profil remaja atau menambahkan mereka ke dalam grup.
Apabila remaja ingin mengubah pengaturan privasi menjadi lebih longgar, mereka harus mendapatkan persetujuan orang tua melalui PIN yang sebelumnya dibuat oleh orang tua. Mekanisme ini mencegah perubahan sepihak yang berpotensi mengurangi tingkat keamanan.
Selain privasi, orang tua dapat menerima notifikasi terkait aktivitas grup. WhatsApp akan memberi tahu ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup. Notifikasi juga dikirimkan jika jumlah anggota grup yang diikuti anak bertambah secara signifikan.
