MRT Jakarta Terima Mandiri e-Money hingga KMT Commuterline Mulai 12 Oktober 2026

Ari
By Ari
6 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com – Pengguna MRT Jakarta kini memiliki lebih banyak pilihan pembayaran. Mulai Senin, 12 Oktober 2026, enam jenis kartu uang elektronik dapat digunakan untuk melewati gerbang stasiun MRT Jakarta yang dilengkapi perangkat pembaca kartu atau reader JakLingko.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan sistem pembayaran transportasi umum di Ibu Kota. Dengan adanya perluasan opsi tersebut, pelanggan tidak hanya bergantung pada kartu khusus MRT Jakarta, tetapi juga dapat memanfaatkan kartu uang elektronik yang sudah dimiliki untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Enam kartu yang diterima melalui reader JakLingko adalah Mandiri e-money, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, dan Kartu Multi Trip (KMT) Commuterline.

Daftar Kartu yang Dapat Digunakan

Melalui perangkat reader JakLingko, pelanggan MRT Jakarta dapat menggunakan keenam kartu uang elektronik tersebut. Kehadiran pilihan ini memudahkan penumpang yang sudah terbiasa memakai kartu elektronik untuk berbagai keperluan, termasuk transportasi publik lainnya.

Sebelum memulai perjalanan, pelanggan disarankan memastikan saldo kartu mencukupi dan mengikuti petunjuk penggunaan di gerbang. Bagi yang belum terbiasa dengan sistem ini, bantuan petugas stasiun dapat diminta agar proses transaksi berjalan lancar.

Perluasan opsi pembayaran ini diharapkan mengurangi antrean dan mempercepat proses masuk-keluar stasiun, terutama pada jam sibuk.

Tarif Terintegrasi Maksimal Rp10.000

Penggunaan reader JakLingko di stasiun MRT Jakarta merupakan bagian dari skema integrasi pembayaran transportasi publik. Sistem ini berkaitan dengan tarif terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengombinasikan perjalanan menggunakan beberapa moda angkutan umum di Jakarta.

Pelanggan dapat menikmati tarif maksimal Rp10.000 untuk perjalanan selama tiga jam yang menggabungkan MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan layanan bus rapid transit (BRT) Transjakarta, dengan mengikuti ketentuan integrasi tarif yang berlaku.

Skema tersebut bermanfaat bagi penumpang yang harus berpindah moda untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh, seseorang dapat menempuh perjalanan utama dengan MRT Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jakarta atau Transjakarta sesuai kebutuhan.

Namun, penggunaan kartu uang elektronik yang kompatibel tidak secara otomatis menjamin seluruh perjalanan memperoleh tarif terintegrasi. Pelanggan tetap harus mengikuti mekanisme tap dan persyaratan yang ditetapkan dalam sistem pembayaran tersebut. Karena itu, sebelum bepergian, masyarakat disarankan memeriksa informasi tarif dan aturan integrasi yang berlaku agar terhindar dari kesalahan transaksi.

Ketersediaan Perangkat di 13 Stasiun

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with