Keadilanrakyatnews.com – Apple resmi mengumumkan harga ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo, untuk pasar Indonesia. Perangkat ini dipasarkan melalui sejumlah Apple Premium Reseller (APR), termasuk Hello Store dari Blibli dan Digimap yang dikelola PT Mitra Adiperkasa (MAP).
Berdasarkan informasi harga dari distributor resmi tersebut, iPhone Duo varian penyimpanan 256 GB dibanderol Rp 45.678.910. Sementara itu, model dengan kapasitas penyimpanan terbesar, yakni 2 TB, dijual dengan harga Rp 75.999.000.
iPhone Duo tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Night Sky dan Star White. Konsumen juga sudah dapat melakukan pemesanan melalui kanal penjualan distributor resmi Apple di Indonesia.

Daftar Harga iPhone Duo di Indonesia
Berikut daftar harga iPhone Duo berdasarkan kapasitas penyimpanannya:
- iPhone Duo 256 GB: Rp 45.678.910.
- iPhone Duo 512 GB: Rp 51.999.000.
- iPhone Duo 1 TB: Rp 61.999.000.
- iPhone Duo 2 TB: Rp 75.999.000.
Adapun ketersediaan perangkat ini di Indonesia diperkirakan mulai 30 Oktober 2026. Tanggal tersebut sebelumnya muncul dalam materi iklan billboard yang menampilkan iPhone Duo di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
Jadwal tersebut mengindikasikan bahwa konsumen yang melakukan pemesanan awal dapat menerima atau membeli perangkat mulai akhir Oktober 2026. Namun, tanggal ketersediaan aktual tetap perlu dipastikan melalui pengumuman resmi distributor.
Pola ini sejalan dengan kebiasaan peluncuran iPhone di Indonesia, ketika periode pemesanan awal dibuka sebelum perangkat tersedia untuk pembelian umum. Pola serupa disebut berlaku pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Perbandingan Harga iPhone Duo di Indonesia dan AS
Harga iPhone Duo di Indonesia lebih tinggi dibandingkan harga yang dilaporkan untuk pasar Amerika Serikat. Di AS, varian 256 GB dibanderol mulai 1.999 dollar AS atau sekitar Rp 35,9 juta.
Sementara itu, varian 2 TB dilaporkan dijual dengan harga 3.199 dollar AS, setara sekitar Rp 57,5 juta.
Perbedaan harga tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pajak, biaya distribusi, nilai tukar mata uang, serta kebijakan penetapan harga di masing-masing negara. Karena itu, harga konversi dari dollar AS tidak selalu mencerminkan harga jual resmi di Indonesia.
