Remaja Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, Polisi Uji Balistik Peluru

Ari
By Ari
7 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com, Makassar – Polda Sulawesi Selatan masih mendalami kasus meninggalnya RF alias Rafli Ramadhani (19), remaja yang tewas setelah terkena tembakan ketika terjadi bentrokan antarwarga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (27/9/2026) dini hari.

Polisi menyebut Rafli diduga terkena peluru tajam dalam peristiwa bentrokan tersebut. Untuk mengetahui jenis proyektil dan senjata yang digunakan, aparat akan melakukan pemeriksaan balistik terhadap peluru yang mengenai tubuh korban.

Uji balistik menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan karena hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai jenis proyektil sekaligus senjata api yang digunakan dalam kejadian. Polisi juga masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi ketika bentrokan berlangsung, termasuk tindakan personel yang berada di lokasi.

Peluru yang Mengenai Korban Akan Diuji Balistik

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan pemeriksaan terhadap proyektil dilakukan oleh Bidang Laboratorium Forensik atau Bidlabfor. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui karakteristik peluru yang menyebabkan Rafli meninggal dunia.

Menurut Didik, hasil uji balistik akan membantu penyidik mengetahui besaran dan jenis proyektil yang digunakan dalam kejadian tersebut.

“Uji balistik dilaksanakan oleh Bidlabfor untuk menentukan besaran dan jenis proyektil yang digunakan,” kata Didik dalam keterangannya kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap asal senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Namun, proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga belum ada hasil akhir mengenai senjata yang digunakan.

Didik mengatakan hasil pemeriksaan Labfor nantinya akan memberikan informasi yang diperlukan penyidik. Dari pemeriksaan tersebut, polisi juga akan melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan penggunaan senjata dalam kejadian.

Dengan demikian, polisi masih menunggu hasil uji balistik sebelum dapat menyimpulkan senjata apa yang digunakan untuk melepaskan tembakan yang mengenai Rafli.

Polisi Sebut Personel Sempat Melepaskan Tembakan

Di sisi lain, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memberikan keterangan mengenai situasi ketika personel kepolisian mendatangi lokasi bentrokan. Menurut dia, saat itu aparat menghadapi massa yang terlibat aksi saling serang.

Arya mengatakan personel di lapangan sempat melakukan tembakan dengan maksud untuk melerai atau membubarkan massa. Tindakan tersebut disebut sebagai tembakan peringatan agar massa menghentikan bentrokan.

“Dilakukannya tindakan tembakan peringatan, harapannya dengan suara tembakan yang besar, massa bubar,” kata Arya.

Namun, menurut keterangan Arya, kondisi di lokasi ketika itu cukup berbahaya. Personel yang berada di lapangan disebut mendapat serangan dari massa yang terlibat bentrokan.

Arya menyebut massa membawa tameng yang terbuat dari tripleks. Selain itu, massa juga dilaporkan melempar batu dan menggunakan panah busur dalam bentrokan tersebut.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengetahui secara lengkap apa yang terjadi sebelum dan ketika Rafli terkena tembakan.

Keterkaitan Tindakan Polisi Masih Didalami

Meski menjelaskan adanya tembakan peringatan yang dilakukan personel, Arya menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami keterkaitan tindakan aparat dengan kematian Rafli.

Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan dari personel yang berada di lokasi. Sejumlah saksi juga diperiksa untuk mendapatkan gambaran mengenai rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga akan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang tersedia di sekitar lokasi. Rekaman tersebut dapat digunakan untuk membantu penyidik melihat situasi ketika bentrokan berlangsung dan mengetahui rangkaian kejadian secara lebih jelas.

Arya mengatakan pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan apakah tindakan anggota kepolisian di lapangan telah sesuai dengan prosedur operasional standar atau SOP.

“Maka kami sedang mendalami ini, ya, sedang mendalami apakah tindakan anggota yang ada di lapangan pada saat itu berdasarkan situasi yang sudah diberikan tadi sesuai dengan SOP atau tidak. Kalau tidak, kita akan tindak,” ujar Arya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan tidak hanya diarahkan untuk mengungkap bagaimana Rafli terkena tembakan, tetapi juga untuk menilai tindakan personel yang berada di lokasi berdasarkan kondisi yang terjadi ketika bentrokan berlangsung.

Ditemukan Luka yang Menyerupai Luka Tembak

Sebelumnya, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol M Haris menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap jenazah Rafli. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan luka yang mengarah pada dugaan luka tembak.

Haris mengatakan terdapat luka berbentuk bundar pada bagian punggung belakang tubuh korban. Pada pemeriksaan berikutnya, tim juga menemukan luka keluar yang disebut menyerupai luka tembak.

“Pada pemeriksaan kita dapatkan memang di punggung belakang ada luka bundar, kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak,” kata Haris.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyelidikan mengenai penyebab kematian Rafli. Namun, untuk mengetahui secara lebih rinci jenis proyektil dan senjata yang digunakan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan balistik dari Bidlabfor.

Bentrokan Melibatkan Batu dan Anak Panah

Peristiwa yang menyebabkan Rafli meninggal dunia terjadi ketika dua kelompok warga terlibat bentrokan di Kecamatan Tallo, Makassar. Dalam kejadian tersebut, kedua kelompok dilaporkan saling menyerang menggunakan berbagai benda.

Batu dan anak panah disebut digunakan dalam aksi saling serang. Situasi tersebut kemudian membuat aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk menangani bentrokan dan berupaya membubarkan massa.

Dalam kejadian itu, massa juga dilaporkan melakukan pembakaran. Satu unit sepeda motor disebut dibakar. Selain itu, pos TNI-Polri yang berada di lokasi kejadian juga dilaporkan menjadi sasaran pembakaran.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari konteks yang sedang didalami polisi dalam penyelidikan kasus kematian Rafli. Aparat masih mengumpulkan keterangan dari saksi, memeriksa rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Polisi Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Kasus meninggalnya Rafli masih dalam proses penyelidikan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai senjata yang digunakan maupun pihak yang melepaskan tembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Hasil uji balistik akan menjadi salah satu informasi penting dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik proyektil yang digunakan dan membantu polisi mengetahui senjata yang berkaitan dengan tembakan.

Di saat yang sama, penyidik juga masih memeriksa keterangan saksi dan rekaman CCTV. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mencocokkan berbagai informasi mengenai kondisi di lokasi ketika bentrokan terjadi.

Keterkaitan tindakan personel kepolisian dengan kematian Rafli juga masih didalami. Polisi menyatakan akan mengambil tindakan apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa tindakan anggota di lapangan tidak sesuai dengan SOP.

Dengan proses tersebut, penyelidikan kasus ini masih berjalan. Informasi mengenai jenis senjata, asal proyektil, serta rangkaian lengkap yang menyebabkan Rafli terkena tembakan akan menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with