Keadilanrakyatnews.com, AICHI – Tim nasional PUBG Mobile Indonesia harus mengakhiri perjuangannya di Asian Games 2026 tanpa medali. Skuad Garuda hanya mampu finis di peringkat kelima setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai.
Kompetisi PUBG Mobile Asian Games 2026 digelar secara offline di Aichi Sky Expo Esport Substage (Competition Room L4), Aichi, Jepang. Pada hari terakhir, tim Indonesia bermain dalam enam game yang berlangsung di map Erangel dan Miramar.
Hasil akhir menunjukkan Thailand unggul jauh di puncak klasemen dengan 128 poin dan berhak atas medali emas. China finis kedua dengan 114 poin, sementara Pakistan meraih perunggu dengan koleksi 100 poin. Indonesia berada di posisi kelima dengan total 95 poin.

Susunan Pemain dan Staf Pelatih
Timnas PUBG Mobile Indonesia diperkuat oleh lima atlet inti, yaitu Fazriel Haikal Aditya (YUMMY), Juventino Ryan Jeremy R. (ROSEMARY), Micho Ananda Pratama W. (ZETA), Muh Fathyn Zilhaq S. (SNAPE), dan Sharfan Syahman Shodiq (POTATO).
Mereka mendapat arahan strategi dari pelatih kepala Deni Fianda serta asisten pelatih Bintang Prakoso P. Kombinasi pemain berpengalaman ini sempat diharapkan mampu bersaing di papan atas, mengingat reputasi Indonesia di kancah PUBG Mobile regional dan internasional.
Namun, di Asian Games 2026, skuad Merah Putih kesulitan menyaingi konsistensi dan ketajaman negara-negara lain dalam mengumpulkan poin kill maupun poin placement.
Jalannya Pertandingan dan Momen Krusial
Sepanjang enam game yang dimainkan, Indonesia tidak mampu menunjukkan performa yang stabil. Tim-tim lain terlihat lebih unggul dalam eksekusi rotasi, kontrol area, serta pengambilan keputusan di fase akhir pertandingan.
Kesempatan terakhir untuk merebut medali muncul di game keenam yang berlangsung di map Miramar. Saat itu, Indonesia masih memiliki peluang matematis untuk naik ke podium, setidaknya meraih medali perunggu.
Namun, kejadian tidak mengenakkan terjadi di awal permainan. Tim Indonesia memilih lokasi mendarat yang sama dengan Yordania di area Graveyard. Yordania yang berhasil mendarat lebih dulu dan mendapatkan senjata dengan cepat berhasil menyingkirkan tiga pemain Indonesia, yaitu ROSEMARY, SNAPE, dan ZETA.
Hanya tersisa YUMMY yang bertahan. Sayangnya, upayanya untuk bersembunyi di antara cekungan ketahuan oleh pemain China. YUMMY hanya mampu bertahan hingga stage 6 dan finis di posisi keenam tanpa berhasil mencatatkan kill. Sumbangan dua poin placement dari hasil tersebut tidak cukup untuk mendongkrak peringkat Indonesia ke tiga besar.
Analisis Performa Timnas
Secara keseluruhan, performa Timnas PUBG Mobile Indonesia di Asian Games 2026 berada di bawah ekspektasi. Kalah dalam aspek kill, placement, dan konsistensi menjadi faktor utama yang membuat skuad Garuda tertinggal dari Thailand, China, dan Pakistan.
Thailand tampil sangat dominan dengan perolehan 128 poin, menunjukkan kemampuan mereka dalam mengontrol tempo pertandingan dan memanfaatkan peluang di fase akhir. China dan Pakistan juga memperlihatkan stabilitas yang lebih baik sepanjang turnamen.
Bagi Indonesia, momen di game keenam menjadi gambaran sulitnya kompetisi di level Asian Games. Kesalahan kecil dalam pemilihan lokasi mendarat dan eksekusi early game dapat berakibat fatal terhadap peluang meraih medali.
Harapan Beralih ke Mobile Legends
Dengan berakhirnya perjuangan di cabang PUBG Mobile, harapan Indonesia untuk menambah medali di cabang esports kini beralih ke nomor Mobile Legends. Timnas Mobile Legends Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final setelah menjalani seluruh laga di fase grup.
Skuad Mobile Legends akan kembali beraksi pada 30 September 2026. Lolosnya mereka ke perempat final memberikan peluang nyata bagi Indonesia untuk tetap bersaing merebut medali di cabang esports Asian Games 2026.
Keberhasilan Mobile Legends mencapai babak gugur menjadi catatan positif di tengah kekecewaan dari hasil PUBG Mobile. Publik esports Indonesia kini menaruh perhatian penuh pada penampilan tim Mobile Legends di fase knockout.
Esports di Asian Games
Cabang esports semakin mendapat tempat penting dalam perhelatan Asian Games. PUBG Mobile dan Mobile Legends termasuk di antara judul yang dipertandingkan dan menarik perhatian besar dari penikmat olahraga elektronik di Asia.
Bagi Indonesia, Asian Games menjadi ajang pembuktian di level multi-event yang berbeda dengan turnamen reguler. Tekanan bermain di bawah bendera negara serta format kompetisi yang padat menuntut kesiapan mental dan strategi yang matang.
Hasil peringkat kelima di PUBG Mobile menjadi evaluasi penting bagi pengurus dan pelatih. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran menjelang ajang-ajang internasional berikutnya, baik di level regional maupun global.
Finish di Peringkat 5
Timnas PUBG Mobile Indonesia akhirnya harus menerima kenyataan finis di peringkat kelima dengan 95 poin di Asian Games 2026. Thailand, China, dan Pakistan berhasil menguasai podium dengan perolehan poin yang lebih tinggi.
Meskipun demikian, perjuangan para atlet tetap patut diapresiasi. Mereka telah mewakili Indonesia di panggung Asian Games dengan segenap kemampuan. Kini, seluruh perhatian beralih ke Timnas Mobile Legends yang akan bertanding di babak perempat final pada 30 September 2026.
Keberhasilan atau kegagalan di Mobile Legends akan menentukan apakah kontingen esports Indonesia dapat membawa pulang medali dari Asian Games 2026 atau tidak. Publik menanti penampilan terbaik dari skuad yang masih tersisa tersebut. (*)