Vietnam vs Thailand 0-2: Kim Sang-sik Siap Bertanggung Jawab dan Fokus ke Pakistan

Ari
By Ari
6 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com, Jakarta – Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik meminta maaf kepada para pendukung setelah skuadnya mengalami kekalahan 0-2 dari Thailand pada matchday kedua Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) malam WIB.

Hasil tersebut membuat Vietnam dipastikan gagal meraih gelar juara turnamen. Dengan sistem head-to-head yang digunakan, kekalahan dari Thailand menutup peluang The Golden Star untuk menjadi juara Grup B dan melaju ke final.

Vietnam kini harus memfokuskan diri pada laga terakhir melawan Pakistan untuk mempertahankan posisi kedua dan memastikan tempat di babak perebutan peringkat ketiga.

Vietnam vs Thailand 0-2 Kim Sang-sik Siap Bertanggung Jawab

Permintaan Maaf dan Pengakuan Kekurangan

Kim Sang-sik secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar. Ia menekankan bahwa para pemain telah memberikan usaha terbaik mereka di lapangan.

“Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada para penggemar. Para pemain kami telah berusaha sebaik mungkin. Saya mengembangkan rencana taktik yang berbeda untuk kedua babak, tetapi hasil akhirnya sangat disayangkan,” ujar Kim Sang-sik sebagaimana dikutip dari The Thao 247.

Pelatih asal Korea Selatan itu menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas hasil yang tidak memuaskan melawan rival tradisional Vietnam. Ia mengakui bahwa tim melakukan banyak rotasi pada susunan pemain untuk laga tersebut.

Namun, faktor utama yang ia soroti adalah persiapan yang kurang matang. “Tim nasional Vietnam melakukan banyak perubahan pada susunan pemain. Saya juga ingin menunjukkan bahwa mungkin persiapan kami yang sebenarnya agak kurang,” tambahnya.

Dampak Absennya Nguyen Xuan Son

Salah satu faktor yang memengaruhi penampilan Vietnam adalah absennya penyerang Nguyen Xuan Son karena cedera. Pemain berdarah Brasil itu mengalami cedera saat menghadapi Filipina pada pertandingan sebelumnya dan tidak dapat diperkuat melawan Thailand.

Kim Sang-sik mengakui bahwa kehadiran Xuan Son sangat dibutuhkan, terutama dalam laga besar seperti ini. Ia bahkan menyebutkan kemungkinan bahwa pemain tersebut bisa saja mencetak gol jika diturunkan.

“Mungkin jika dia ada di lapangan, dia bisa saja mencetak gol hari ini. Tapi itu hanya kemungkinan, hanya ‘kemungkinan’,” jelas Kim.

Meski demikian, pelatih Vietnam memilih untuk tidak mengambil risiko. Ia memutuskan membiarkan Xuan Son fokus pada pemulihan cedera daripada memaksakan penampilannya.

“Saya masih perlu berhati-hati karena absennya Xuan Son dan terus fokus pada pertandingan melawan Pakistan,” kata Kim. Ia menambahkan bahwa para pemain lain juga sangat penting dan telah memberikan yang terbaik.

Analisis Jalannya Pertandingan

Menurut Kim Sang-sik, lini tengah Vietnam mengalami kesulitan pada babak pertama. Kondisi tersebut mendorong staf pelatih untuk melakukan perubahan taktik dan pergantian pemain setelah jeda.

Meskipun ada penyesuaian, Vietnam gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang tercipta. Gol yang dicetak Thailand di masa tambahan waktu semakin menutup peluang bagi The Golden Star untuk meraih hasil positif.

Kekalahan ini sekaligus mematahkan rekor impresif Vietnam yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 28 laga terakhir. Keperkasaan yang sempat ditunjukkan pada Piala AFF 2026 bulan lalu tidak terlihat dalam pertandingan melawan Thailand kali ini.

Thailand berhasil membalas kekalahan sebelumnya dan menunjukkan penampilan yang lebih solid serta efektif di depan gawang.

Fokus ke Laga Melawan Pakistan

Meski peluang juara sudah tertutup, Kim Sang-sik menegaskan bahwa Vietnam masih memiliki satu pertandingan penting melawan Pakistan. Target utama kini adalah memastikan posisi kedua di Grup B agar tetap bisa bersaing di babak perebutan peringkat ketiga.

“Kami masih memiliki satu pertandingan melawan Pakistan… Yang harus kami lakukan adalah berusaha sebaik mungkin. Para pemain telah mempersiapkan diri dengan sangat baik dan benar-benar telah memberikan yang terbaik,” tutup Kim Sang-sik.

Sebagai pelatih kepala, ia menyatakan akan terus berpikir dengan cermat untuk menyusun strategi terbaik bagi laga terakhir fase grup.

Rivalitas dan Format Turnamen

Pertandingan antara Vietnam dan Thailand selalu menjadi salah satu duel paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara. Kedua tim memiliki sejarah panjang dan intensitas tinggi setiap kali bertemu.

Format FIFA ASEAN Cup 2026 yang menggunakan hasil head-to-head untuk menentukan peringkat membuat setiap laga antar contender menjadi sangat krusial. Kekalahan Vietnam dari Thailand secara langsung menghilangkan peluang mereka untuk finis di puncak grup.

Bagi Thailand, kemenangan 2-0 ini tidak hanya mengamankan tiket ke final, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri menjelang laga penentuan.

Sementara itu, Vietnam harus bangkit dengan cepat. Pengalaman sebagai juara Piala AFF sebelumnya dan rekor tak terkalahkan yang panjang menjadi modal mental yang tetap bisa diandalkan, meski hasil melawan Thailand sangat mengecewakan.

Tanggung Jawab Pelatih dan Harapan ke Depan

Sikap Kim Sang-sik yang secara terbuka meminta maaf dan siap bertanggung jawab menunjukkan profesionalisme di tengah tekanan. Ia tidak melempar kesalahan sepenuhnya kepada pemain, melainkan mengakui adanya kekurangan dalam persiapan dan dampak dari rotasi serta absensi pemain kunci.

Keputusan untuk tidak memaksakan Nguyen Xuan Son juga mencerminkan kehati-hatian jangka panjang, mengingat pemain tersebut merupakan salah satu andalan di lini depan.

Kini, seluruh perhatian Vietnam tertuju pada laga melawan Pakistan. Hasil positif pada pertandingan tersebut akan menentukan apakah The Golden Star masih bisa meraih medali perunggu atau harus pulang tanpa pencapaian berarti di FIFA ASEAN Cup 2026.

Bagi Kim Sang-sik dan para pemain, kekalahan dari Thailand menjadi pelajaran berharga. Mereka dituntut untuk segera bangkit dan menunjukkan karakter juara yang sempat terlihat pada turnamen sebelumnya.(*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with