Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti

Ari
By Ari
9 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com, Jakarta – Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti 4-2. Final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026) itu berakhir 2-2 setelah 120 menit, sehingga nasib gelar baru ditentukan dari titik putih.

Kemenangan ini membuat Garuda tercatat sebagai juara edisi perdana turnamen tersebut. Menurut FIFA, kompetisi perdana ini berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 dan diikuti 14 tim yang dibagi dalam dua divisi. Indonesia melaju ke final sebagai juara Grup A, sedangkan Thailand datang sebagai juara Grup B.

Pertandingan berjalan naik turun. Indonesia sempat unggul, disamakan Thailand, tertinggal di babak tambahan, lalu menyamakan skor lagi sebelum akhirnya menang di adu penalti.

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026Babak pertama: Indonesia agresif, skor 0-0

Sejak peluit awal, tuan rumah langsung mengambil inisiatif. Peluang pertama muncul di menit ketiga ketika Ole Romeny memberi umpan terobosan kepada Luke Vickery yang masuk ke kotak penalti. Tembakan Vickery masih bisa diamankan kiper Thailand, Saranon Anuin.

Lima menit berselang, Mitchell Baker memperoleh ruang untuk menembak, tetapi Saranon kembali sigap. Thailand lebih banyak bertahan, namun tetap berbahaya lewat serangan balik. Pada menit ke-18, Chanatip Songkrasin hampir membawa timnya unggul, tetapi tembakannya melambung.

Indonesia membalas hanya semenit kemudian. Kevin Diks melepas umpan silang ke tengah kotak penalti dan disambut Romeny, namun arah bolanya belum mengancam gawang. Pada menit ke-32, Calvin Verdonk mencoba peruntungan dari jarak jauh, tetapi bola melebar tipis di sisi kiri gawang. Tendangan bebas Verdonk setelahnya juga membentur pagar betis Thailand.

Hingga turun minum tidak ada gol. Pola permainan terlihat jelas: Indonesia berani membangun serangan lewat penguasaan bola, sementara Thailand menunggu dan mengandalkan serangan balik.

Babak kedua: Thailand kehilangan satu pemain

Thailand tampil lebih berani setelah jeda. Supachai Chaided mendapat peluang lewat sundulan, tetapi bola tidak mengarah ke gawang Indonesia. Di menit ke-70, giliran Baker mendapat peluang emas setelah berlari tanpa kawalan ke kotak penalti. Tembakan kaki kirinya melebar.

Menjelang akhir waktu normal, situasi berubah. Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua karena menjatuhkan Romeny di depan kotak penalti, sehingga Thailand harus bermain dengan 10 pemain.

Indonesia memanfaatkan momen itu. Dean James mengeksekusi tendangan bebas pada menit ke-84. Bola mengenai Iklas Sanron, berubah arah, lalu masuk ke gawang Thailand. Indonesia memimpin 1-0.

Iklas Sanron menebus kesalahan

Keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Pada menit ke-87, Iklas, pemain yang bolanya sempat membelokkan tendangan bebas James, justru mencetak gol penyama kedudukan untuk Thailand. Skor 1-1.

Meski unggul jumlah pemain, Indonesia gagal menambah gol sampai 90 menit usai. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan. FIFA mencatat bahwa gol Indonesia berasal dari tendangan bebas yang berubah arah setelah mengenai Iklas, sedangkan gol Thailand tercipta lewat penyelesaian Iklas di tiang jauh.

Extra time: Thailand berbalik unggul, Baggott menyelamatkan Garuda

Kelelahan mulai terlihat di kedua kubu pada babak tambahan. Indonesia tetap berupaya mencari gol kedua. Peluang datang di menit ke-106 saat Rizky Ridho mengirim umpan tarik ke arah Baker, tetapi bola tidak bisa disambut sempurna.

Justru Thailand yang lebih dulu mencetak gol. Pada menit ke-111, Peeradol Chamrasamee menyarangkan bola dan membuat Thailand memimpin 2-1, padahal mereka bermain dengan 10 orang.

Indonesia tidak menyerah. Lima menit kemudian, Elkan Baggott menjadi penyelamat. Menurut catatan FIFA, tembakan bek tersebut di menit ke-116 mengenai bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang. Skor kembali 2-2, dan tidak ada gol tambahan sampai 120 menit selesai.

Adu penalti: Audero dan tiang gawang berpihak pada Indonesia

Kevin Diks membuka adu penalti dengan eksekusi yang masuk, sehingga Indonesia unggul 1-0. Thailand menyamakan lewat Manuel Bihr. Dean James kembali sukses sebagai penendang kedua Indonesia, dan Waris Choolthong membalas untuk Thailand sehingga skor 2-2.

Elkan Baggott, penendang ketiga, tidak membuang kesempatan. Thailand lalu mengandalkan Sarach Yooyen, tetapi tendangannya membentur tiang. Shayne Pattynama kemudian menjadi penendang keempat Indonesia dan sukses, membawa skor menjadi 4-2.

Thailand masih punya satu kesempatan lewat Nattapong Sayriya, tetapi tendangannya ditepis kiper Emil Audero. Indonesia pun memastikan kemenangan 4-2.

Urutan Indonesia Thailand
1 Kevin Diks (gol) Manuel Bihr (gol)
2 Dean James (gol) Waris Choolthong (gol)
3 Elkan Baggott (gol) Sarach Yooyen (membentur tiang)
4 Shayne Pattynama (gol) Nattapong Sayriya (ditepis Audero)

Perjalanan ke gelar: tertinggal, bangkit, lalu tenang di titik putih

Final ini memperlihatkan karakter Indonesia yang tidak mudah menyerah. Garuda sempat memimpin, kebobolan, tertinggal 1-2 di babak tambahan, lalu bangkit lewat gol Baggott. Dalam adu penalti, keempat eksekutor Indonesia, yakni Diks, James, Baggott, dan Pattynama, semuanya berhasil. Di sisi lain, dua penendang Thailand gagal dan satu di antaranya digagalkan Audero.

Dengan hasil ini, skuad asuhan John Herdman mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukungnya sendiri di SUGBK. Gelar tersebut tercatat sebagai trofi perdana Indonesia di kompetisi ini.

Apa kata pengamat dan pelatih sebelum laga

Menjelang turnamen, pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni menilai FIFA ASEAN Cup menjadi ujian penting bagi Herdman karena berlangsung dalam kalender resmi FIFA. Dengan begitu, Indonesia bisa memanggil pemain-pemain utama, termasuk yang berkarier di Eropa. Menurut Kusnaeni, tolok ukurnya tidak cukup sekadar lolos ke final, karena sebagian orang menganggap Indonesia seharusnya juara. Ia menyebut, “kalau cuma masuk final kan kita sudah sering masuk final,” sebagaimana dikutip Gebrak.id.

Dari kubu pelatih, Herdman sebelum final mengaku sudah mengenal rekan sejawatnya di Thailand, Anthony Hudson, sejak masa melatih Kanada. Ia enggan membeberkan strategi dan mengatakan Hudson “tahu bagaimana saya bermain”, seperti dikutip Okezone. Sebelumnya, ia juga menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand sama-sama akan tampil habis-habisan untuk membuktikan siapa yang layak jadi juara.

Kedua pernyataan tersebut disampaikan sebelum pertandingan, dan hanya menjadi pelengkap untuk memahami konteks final ini. Hasil di lapangan tetap menjadi gambaran utama bagaimana Garuda mewujudkan target juara.

Susunan pemain Indonesia vs Thailand

Indonesia memasang Emil Audero sebagai kiper. Di belakang ada Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Calvin Verdonk. Herdman juga memainkan Thom Haye, Joey Pelupessy, Luke Vickery, Mitchell Baker, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.

Dari bangku cadangan, Shayne Pattynama dan Egy Maulana Vikri masuk di awal babak tambahan. Ivar Jenner dan Rayhan Hannan juga mendapat menit bermain.

Thailand menempatkan Saranon Anuin di bawah mistar, didukung antara lain Suphanan Bureerat, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Sarach Yooyen, dan Nicholas Mickelson. Sejumlah pergantian pemain dilakukan sepanjang laga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa skor akhir Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026?

Kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Indonesia menang 4-2 lewat adu penalti dan keluar sebagai juara.

Siapa saja pencetak gol di laga final?

Untuk Indonesia, gol dicatat dari tendangan bebas Dean James yang berubah arah usai mengenai Iklas Sanron pada menit ke-84, dan gol Elkan Baggott di menit ke-116. Untuk Thailand, Iklas Sanron mencetak gol di menit ke-87 dan Peeradol Chamrasamee di menit ke-111.

Siapa yang mencetak gol penalti untuk Indonesia?

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama. Keempatnya berhasil menjalankan tugas.

Di mana dan kapan final FIFA ASEAN Cup 2026 digelar?

Final berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026).

Apakah ini gelar pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup?

Ya. Indonesia menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup, sehingga ini juga menjadi trofi pertama mereka di turnamen tersebut.

Siapa pelatih Indonesia dan Thailand di final ini?

Indonesia dilatih John Herdman, sedangkan Thailand dilatih Anthony Hudson. (*)

Bagikan Artikel ini
1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with