Keadilanrakyatnews.com, BUENOS AIRES – Pertandingan tim nasional Argentina melawan Benin di Stadion Monumental berlangsung penuh emosi bagi Lionel Messi. Laga yang menjadi momen perpisahan sang kapten itu dihentikan selama satu menit ketika memasuki menit ke-10, Rabu (7/10/2026).
Penghentian pertandingan dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Messi yang identik dengan nomor punggung 10. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para penonton yang memadati stadion.
Messi terlihat terharu ketika menerima penghormatan dari para pendukung. Pemain berusia 38 tahun itu bahkan nyaris kembali menangis saat suasana Stadion Monumental dipenuhi tepuk tangan dan nyanyian yang ditujukan kepadanya.

Suasana Haru Sejak Lagu Kebangsaan
Suasana emosional sudah terasa sejak lagu kebangsaan Argentina dikumandangkan sebelum pertandingan dimulai. Messi tampak menangis, sementara pelatih Lionel Scaloni juga terlihat berkaca-kaca.
Emosi kembali memuncak ketika wasit Fernando Vejar menghentikan pertandingan pada menit ke-10. Jeda selama satu menit tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh penonton untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang telah lama menjadi ikon sepak bola Argentina.
Tepuk tangan bergemuruh di seluruh stadion. Sejumlah pemain Benin juga memberikan gestur penghormatan kepada Messi. Scaloni tampak kesulitan menyembunyikan perasaannya saat menyaksikan momen tersebut dari tepi lapangan.
Suasana semakin meriah ketika kembang api dinyalakan dan para pendukung menyanyikan yel-yel untuk Messi. Nyanyian “Ole, ole, ole, ole, Messi, Messi” menggema di Stadion Monumental sebagai bentuk apresiasi kepada sang kapten.
Penghormatan pada menit ke-10 itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam pertandingan Argentina kontra Benin. Nomor punggung 10 yang melekat pada Messi dipilih sebagai simbol untuk menandai penghormatan dari publik sepak bola Argentina.
Laga Perpisahan di Hadapan Pendukung Sendiri
Pertandingan melawan Benin dipilih sebagai momen perpisahan resmi bagi Messi di hadapan para pendukung Argentina. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memanfaatkan periode FIFA Matchday September-Oktober untuk menghadirkan penghormatan bagi pemain tersebut.
Dari tiga pertandingan Argentina pada periode FIFA Matchday kali ini, Messi hanya tampil dalam laga terakhir melawan Benin. Ia sebelumnya absen ketika Argentina menghadapi Bolivia dan Burkina Faso.
Kehadiran Messi pada pertandingan ini membuat laga tersebut mendapat perhatian khusus. Selain menjadi bagian dari agenda tim nasional, pertandingan itu juga menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk menunjukkan penghargaan mereka kepada pemain yang telah menjadi figur penting bagi Argentina selama lebih dari dua dekade.
Suasana emosional yang terlihat sejak sebelum pertandingan hingga penghentian laga menunjukkan besarnya perhatian pendukung terhadap Messi. Dukungan tersebut disampaikan melalui tepuk tangan, nyanyian, dan berbagai gestur penghormatan di dalam stadion.
Peluang Messi di Awal Pertandingan
Di tengah suasana emosional, pertandingan Argentina kontra Benin tetap berjalan dengan peluang dari kedua tim. Hingga memasuki menit ke-10, belum ada gol yang tercipta.
Messi sempat memperoleh peluang pada menit ketujuh. Namun, tendangannya masih mampu digagalkan oleh kiper Benin, Marcel Dandjinou, sehingga belum menghasilkan gol bagi Argentina.
Setelah momen penghormatan pada menit ke-10 selesai, pertandingan kembali dilanjutkan. Perhatian pendukung pun kembali tertuju pada jalannya laga, meskipun suasana perpisahan untuk Messi tetap menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan.
Bagi Messi, pertandingan tersebut bukan sekadar laga internasional biasa. Kehadiran pendukung, penghormatan dari pemain lawan, serta respons emosional Scaloni memperlihatkan arti penting momen itu bagi lingkungan Timnas Argentina.
Penghormatan untuk Ikon Sepak Bola Argentina
Lionel Messi telah menjadi salah satu figur paling dikenal dalam sejarah sepak bola Argentina. Nomor punggung 10 yang dikenakannya memiliki makna tersendiri bagi para penggemar, sehingga penghentian pertandingan pada menit yang sama menjadi simbol penghormatan yang mudah dikenali dan sangat personal.
Dalam laga melawan Benin, penghormatan itu tidak hanya datang dari penonton di Stadion Monumental. Gestur para pemain Benin dan reaksi emosional Scaloni turut menguatkan suasana haru yang menyelimuti pertandingan.
Dengan tepuk tangan meriah, nyanyian pendukung, dan kembang api, Stadion Monumental menjadi saksi momen emosional bagi Messi. Penghentian laga selama satu menit pada menit ke-10 menjadi bagian khusus dari pertandingan Argentina melawan Benin pada 7 Oktober 2026.
Momen tersebut sekaligus menjadi salah satu kenangan terakhir Messi bersama Timnas Argentina di hadapan pendukungnya sendiri. Setelah lebih dari 20 tahun membela Albiceleste dan membawa berbagai gelar, termasuk Piala Dunia 2022, penghormatan di menit ke-10 menjadi simbol apresiasi yang sederhana namun sangat bermakna.
Bagi para pendukung, laga ini bukan hanya soal hasil pertandingan, melainkan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada pemain yang telah memberikan begitu banyak kebanggaan. Bagi Messi, momen di Stadion Monumental menjadi penutup perjalanan panjang yang penuh emosi bersama tim nasional.(*)