IWL 2026–2027 Dibuka, Erick Thohir Harapkan Lahirnya Talenta Baru Sepak Bola Wanita

Ari
By Ari
5 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap Indonesia Women’s League (IWL) 2026–2027 menjadi wadah untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat memperkuat Timnas Putri Indonesia. Kompetisi sepak bola wanita tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemain melalui persaingan yang kompetitif dan memberikan kesempatan lebih luas bagi talenta-talenta baru untuk berkembang.

Harapan itu disampaikan Erick setelah membuka IWL 2026–2027 di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (18/10/2026). Acara pembukaan tersebut dilanjutkan dengan pertandingan antara Persija Women dan FC Bekasi City Women.

Erick menilai penyelenggaraan IWL menjadi langkah penting dalam pengembangan sepak bola wanita Indonesia. Ia menegaskan bahwa sepak bola putra dan putri sama-sama perlu mendapatkan dukungan serta kesempatan untuk berkembang.

“Pembukaan tadi berjalan bagus. Kita berikan yang terbaik, tidak ada perbedaan dengan lelaki dan perempuan,” kata Erick dalam keterangan tertulis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

IWL 2026–2027 Dibuka

IWL sebagai Wadah Pengembangan Talenta

Erick mengatakan, IWL 2026–2027 diharapkan memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan mereka. Menurutnya, potensi kompetisi ini sudah terlihat dalam dua pertandingan awal sebelum upacara pembukaan.

Sejumlah pemain dari kelompok usia U-17 hingga senior mulai mendapatkan kesempatan tampil dan menunjukkan bakatnya. “Menariknya, dua pertandingan awal telah memperlihatkan banyak talenta baru dari kelompok usia U-17 hingga senior yang sebelumnya tidak terpantau kini mulai bermunculan,” ujar Erick.

PSSI menargetkan IWL dapat menjadi bagian penting dari pembinaan sepak bola wanita nasional. Melalui kompetisi yang berkelanjutan, pemain diharapkan memiliki kualitas dan pengalaman yang memadai untuk bersaing di level internasional.

Target jangka panjangnya adalah memperkuat Timnas Putri Indonesia agar mampu meraih prestasi di kawasan Asia Tenggara, berkembang di tingkat Asia, hingga membuka peluang tampil di Piala Dunia.

Komitmen Lima Tahun bagi Klub Peserta

Untuk menjaga keberlangsungan kompetisi, PSSI menerapkan komitmen kontrak selama lima tahun bagi klub-klub peserta IWL. Pelaksanaan komitmen tersebut akan disertai evaluasi secara berkala.

Pada musim perdana, liga dimulai dengan melibatkan enam klub yang berpusat di sekitar Jakarta. Langkah ini dilakukan secara bertahap agar klub memiliki waktu untuk membangun fondasi organisasi dan markas atau homebase yang kuat.

Erick menyebut dukungan terhadap klub menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan kompetisi sepak bola wanita dapat berlangsung secara berkesinambungan. Dengan fondasi yang lebih mapan, diharapkan klub-klub peserta mampu berkembang secara mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan pemain.

Pendekatan bertahap ini juga memberi ruang bagi klub untuk membenahi struktur organisasi, sistem latihan, serta aspek pendukung lainnya sebelum kompetisi diperluas ke wilayah lain di masa mendatang.

Dukungan Masyarakat dan Pengalaman Internasional

Erick mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan IWL. PSSI berharap dukungan penonton tidak hanya hadir melalui perhatian terhadap kompetisi, tetapi juga dengan menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion.

Kehadiran suporter dinilai dapat memberikan motivasi kepada para pemain sekaligus membantu membangun ekosistem sepak bola wanita di Indonesia. Suasana stadion yang ramai diharapkan menciptakan pengalaman bertanding yang lebih berkesan bagi para pemain, terutama mereka yang masih berada di usia muda.

Sebagai tambahan motivasi bagi klub peserta, Erick menyampaikan bahwa PSSI menyiapkan dukungan fasilitas dan kesempatan bagi klub juara untuk bertanding di luar negeri. Rencana tersebut diharapkan dapat membuka pengalaman baru bagi klub dan pemain, sekaligus membantu meningkatkan daya saing sepak bola wanita Indonesia di level internasional.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan

Erick menekankan bahwa perkembangan IWL membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari PSSI, klub, pemain, hingga suporter. Tanpa dukungan bersama, kompetisi sepak bola wanita akan sulit berkembang secara optimal.

Dengan kompetisi yang berkelanjutan dan dukungan yang konsisten, IWL 2026–2027 diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya pemain-pemain berkualitas. Pemain-pemain tersebut pada gilirannya diharapkan mampu membawa Timnas Putri Indonesia bersaing di panggung internasional.

Pembukaan liga di Stadion Madya GBK menjadi penanda dimulainya babak baru pembinaan sepak bola wanita di tanah air. Kehadiran enam klub pada musim perdana, komitmen jangka panjang, serta target jelas untuk memperkuat tim nasional menunjukkan arah pengembangan yang lebih terstruktur.

Keberhasilan IWL ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, kualitas kompetisi, serta dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Jika semua elemen berjalan seiring, kompetisi ini berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mengangkat prestasi sepak bola putri Indonesia di masa mendatang. (*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with