Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk menanamkan tiga nilai utama sebagai bekal menghadapi tantangan zaman, yaitu:
- Patriotisme. Kecintaan terhadap bangsa dan negara perlu diwujudkan melalui pengabdian serta tindakan nyata, bukan hanya disampaikan lewat ucapan.
- Kegigihan. Generasi muda harus memiliki semangat pantang menyerah ketika menghadapi kesulitan, tantangan, maupun kegagalan.
- Empati. Keberhasilan pribadi perlu diimbangi kepedulian terhadap kondisi dan kesulitan yang dialami orang lain.
Ketiga nilai tersebut dinilai saling melengkapi dalam membentuk generasi yang tangguh sekaligus memiliki kepedulian kemanusiaan. Patriotisme perlu disertai kepedulian, sedangkan kegigihan harus tetap diarahkan oleh nurani.
Munafri juga mengingatkan bahwa kemajuan yang tidak memperhatikan nilai kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan diri sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Pemuda Diharapkan Berkontribusi bagi Masa Depan Makassar
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kota Makassar mendorong generasi muda untuk mengambil bagian lebih besar dalam pembangunan. Aspirasi dan gagasan dari berbagai kelompok pemuda diharapkan dapat disampaikan melalui komunikasi yang terbuka dengan pemerintah.
Munafri menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar generasi penerus, melainkan mitra strategis yang dapat menjadi penggerak perubahan. Kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Semangat persatuan, patriotisme, kegigihan, dan empati pun diharapkan menjadi landasan bagi pemuda Makassar untuk berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial maupun pembangunan kota. (*)

