Pemkot Makassar Jajaki Pengolahan Air Laut Jadi Air Minum dengan Panel Surya

Ari
By Ari
6 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan inovasi penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Salah satu alternatif yang tengah dibahas adalah pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air siap konsumsi dengan dukungan energi tenaga surya.

Rencana penerapan teknologi tersebut dibahas Pemkot Makassar bersama PT Prolink Intidata Nusantara dalam pertemuan di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026) kemarin.

Teknologi yang ditawarkan menggunakan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Sistem ini memanfaatkan panel surya untuk mendukung proses pengolahan air laut atau air asin melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan hingga sterilisasi.

Teknologi SWRO untuk Mengolah Air Laut Menjadi Air Minum

Perwakilan PT Prolink Intidata Nusantara, Masse alias Imam, menjelaskan bahwa solusi tersebut merupakan bagian dari layanan Nusa Tirta Water yang mengusung konsep Air Bersih untuk Nusantara.

Menurut Imam, SWRO dirancang untuk mengolah air laut atau air asin menjadi air yang dapat dikonsumsi. Prosesnya meliputi pengambilan air baku, penyaringan, pemisahan kandungan garam menggunakan membran reverse osmosis, hingga sterilisasi dengan sinar ultraviolet (UV).

Dalam penerapannya, air laut tidak disarankan langsung disedot menggunakan pompa. Cara tersebut berpotensi membawa material keras maupun organisme laut yang dapat mengganggu kinerja dan merusak mesin.

Karena itu, sistem yang ditawarkan menggunakan sumur sebagai sumber air baku. Air dari sumur kemudian dipompa menuju tangki penampungan sebelum masuk ke rangkaian mesin pengolahan.

Tangki air baku dilengkapi sensor untuk memantau tingkat kekeruhan dan ketinggian air. Sensor tersebut membantu sistem menyesuaikan proses secara otomatis berdasarkan kondisi air dan kapasitas tangki.

Tiga Tahap Penyaringan Sebelum Proses Reverse Osmosis

Imam menyebut mesin pengolahan memiliki tiga komponen utama, yaitu multimedia filter, pre-filter, dan membran.

Multimedia filter berfungsi menyaring material berukuran lebih besar. Setelah itu, air kembali melewati pre-filter untuk menyaring material sebelum masuk ke membran.

Tahap membran menjadi bagian utama proses reverse osmosis. Air diberi tekanan agar kandungan garam dan zat terlarut lainnya dapat dipisahkan sehingga menghasilkan air olahan atau air RO.

Namun, tidak seluruh air baku dapat diubah menjadi air hasil pengolahan. Dari setiap satu meter kubik air yang diproses, sekitar 30 persen menjadi air RO, sedangkan sekitar 70 persen sisanya menjadi air buangan dengan kadar garam lebih tinggi.

Air Buangan Berpotensi Diolah Menjadi Bahan Baku Garam

Menurut Imam, air buangan dari proses desalinasi masih berpotensi dikelola lebih lanjut dan tidak harus langsung dibuang. Salah satu kemungkinan pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan garam.

Meski demikian, pemanfaatan tersebut tetap perlu memperhatikan standar dan aspek keamanan pengolahan agar hasilnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah melewati membran RO, air hasil pengolahan ditampung dalam tangki air bersih. Untuk menjaga kualitas air selama penyimpanan, pihak penyedia merekomendasikan penggunaan tangki yang memenuhi standar, termasuk yang menggunakan material stainless steel.

Air kemudian melewati proses sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet sebelum didistribusikan sebagai air siap minum.

Didukung Panel Surya dan Bisa Dikembangkan dengan Sistem Hybrid

Dari sisi energi, teknologi desalinasi tersebut dirancang menggunakan panel surya sebagai sumber tenaga utama. Dalam satu sistem, diperkirakan dibutuhkan sekitar 29 panel surya yang dibagi untuk mendukung pompa, mesin RO, dan unit UV.

Kebutuhan daya mesin disebut berada di kisaran 2.700 watt. Kapasitas sistem panel surya dirancang lebih besar untuk menjaga kestabilan produksi ketika intensitas radiasi matahari mengalami perubahan.

Jika kebutuhan air mengharuskan mesin tetap beroperasi pada malam hari, sistem tersebut dapat dikembangkan menggunakan skema hybrid dengan memanfaatkan listrik dari PLN.

Dengan demikian, penggunaan tenaga surya menjadi sumber energi utama, sementara listrik PLN dapat menjadi alternatif pendukung ketika diperlukan produksi pada malam hari.

Imam juga menjelaskan bahwa sistem tetap dirancang dapat bekerja saat cuaca mendung atau hujan. Hal ini karena panel surya memanfaatkan radiasi matahari dan tidak hanya bergantung pada cahaya matahari langsung.

Kapasitas Produksi Sekitar 250 Liter per Jam

Satu unit teknologi yang ditawarkan disebut mampu menghasilkan sekitar 250 liter air per jam. Lama operasional dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi serta pemeliharaan mesin.

Kapasitas tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan Pemkot Makassar dalam mengkaji penerapan teknologi desalinasi untuk kawasan kepulauan.

Wilayah kepulauan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kawasan daratan, termasuk dalam hal akses terhadap sumber air bersih. Karena itu, pengolahan air laut menggunakan teknologi SWRO bertenaga surya dinilai berpotensi menjadi salah satu alternatif penyediaan air bagi masyarakat pulau.

Alternatif Pemerataan Akses Air Bersih di Kepulauan Makassar

Rencana pengembangan teknologi desalinasi berbasis energi surya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses air bersih dan air minum bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Teknologi tersebut berpotensi dikembangkan secara bertahap di pulau-pulau yang memiliki sumber air laut melimpah, tetapi masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.

Melalui kajian dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah, Pemkot Makassar diharapkan dapat menghadirkan alternatif pelayanan dasar dengan memanfaatkan potensi lokal dan energi terbarukan.

Meski demikian, rencana tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan pembahasan penerapan agar kapasitas produksi, kebutuhan energi, kualitas air, serta pengelolaan air buangan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pulau. (*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with