Namun, menurut keterangan Arya, kondisi di lokasi ketika itu cukup berbahaya. Personel yang berada di lapangan disebut mendapat serangan dari massa yang terlibat bentrokan.
Arya menyebut massa membawa tameng yang terbuat dari tripleks. Selain itu, massa juga dilaporkan melempar batu dan menggunakan panah busur dalam bentrokan tersebut.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengetahui secara lengkap apa yang terjadi sebelum dan ketika Rafli terkena tembakan.
Keterkaitan Tindakan Polisi Masih Didalami
Meski menjelaskan adanya tembakan peringatan yang dilakukan personel, Arya menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami keterkaitan tindakan aparat dengan kematian Rafli.
Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan dari personel yang berada di lokasi. Sejumlah saksi juga diperiksa untuk mendapatkan gambaran mengenai rangkaian kejadian secara lebih lengkap.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga akan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang tersedia di sekitar lokasi. Rekaman tersebut dapat digunakan untuk membantu penyidik melihat situasi ketika bentrokan berlangsung dan mengetahui rangkaian kejadian secara lebih jelas.
Arya mengatakan pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan apakah tindakan anggota kepolisian di lapangan telah sesuai dengan prosedur operasional standar atau SOP.
“Maka kami sedang mendalami ini, ya, sedang mendalami apakah tindakan anggota yang ada di lapangan pada saat itu berdasarkan situasi yang sudah diberikan tadi sesuai dengan SOP atau tidak. Kalau tidak, kita akan tindak,” ujar Arya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan tidak hanya diarahkan untuk mengungkap bagaimana Rafli terkena tembakan, tetapi juga untuk menilai tindakan personel yang berada di lokasi berdasarkan kondisi yang terjadi ketika bentrokan berlangsung.
Ditemukan Luka yang Menyerupai Luka Tembak
Sebelumnya, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol M Haris menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap jenazah Rafli. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan luka yang mengarah pada dugaan luka tembak.
Haris mengatakan terdapat luka berbentuk bundar pada bagian punggung belakang tubuh korban. Pada pemeriksaan berikutnya, tim juga menemukan luka keluar yang disebut menyerupai luka tembak.
“Pada pemeriksaan kita dapatkan memang di punggung belakang ada luka bundar, kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak,” kata Haris.

