Keadilanrakyatnews.com, Jakarta – Hairspray menjadi salah satu produk yang banyak digunakan untuk mempertahankan bentuk rambut. Produk ini dapat membantu merapikan rambut-rambut kecil yang mencuat, memberikan volume, sekaligus membuat gaya rambut bertahan lebih lama.
Bagi sebagian orang, hairspray bahkan menjadi bagian dari rutinitas penataan rambut sehari-hari. Produk tersebut tersedia dalam berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda, mulai dari mempertahankan bentuk rambut hingga memberikan tekstur dan volume.
Namun, penggunaan hairspray secara terus-menerus juga menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kesehatan rambut dan kulit kepala. Apakah hairspray benar-benar dapat membuat rambut rusak?

Bagaimana Hairspray Bekerja pada Rambut?
Kemampuan hairspray dalam mempertahankan bentuk rambut berasal dari kandungan polimer di dalam formulanya. Polimer tersebut bekerja dengan cara membantu menahan struktur helaian rambut agar tetap berada pada posisi yang diinginkan.
Dalam kemasan hairspray, polimer dilarutkan menggunakan pelarut cair. Pelarut tersebut umumnya berbahan dasar air atau alkohol.
Penata rambut profesional asal Los Angeles, Dawna Jarvis, menjelaskan bahwa ketika hairspray disemprotkan ke rambut, cairan yang menjadi pelarut akan menguap dengan cepat. Setelah proses tersebut, polimer tertinggal sebagai lapisan film tipis pada permukaan rambut.
Lapisan tersebut kemudian membantu mengikat kelompok helaian rambut secara bersamaan. Dengan begitu, rambut dapat mempertahankan bentuk atau gaya yang sebelumnya sudah ditata.
Mekanisme inilah yang membuat hairspray dapat memberikan daya tahan pada berbagai gaya rambut. Semakin sesuai formulanya dengan kebutuhan, produk dapat digunakan untuk menghasilkan efek tertentu tanpa harus membuat rambut terlalu kaku.
Hairspray Memiliki Berbagai Jenis
Hairspray yang beredar di pasaran tidak hanya memiliki satu jenis. Salah satunya adalah hairspray aerosol yang menghasilkan semburan berbentuk kabut halus ketika digunakan.
Semburan tersebut membantu produk menyebar secara lebih merata ke bagian rambut yang ingin ditata. Selain aerosol, terdapat pula hairspray pompa non-aerosol yang menggunakan mekanisme semprot berbeda dan diklaim memiliki karakter lebih ramah lingkungan dengan daya tahan ekstra.
Ada juga jenis semprotan tekstur kering yang dirancang untuk memberikan volume dan tekstur pada rambut. Produk jenis ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan tampilan rambut lebih bervolume atau memiliki tekstur yang tidak terlalu kaku seperti penggunaan hairspray konvensional.
Perbedaan jenis tersebut membuat cara penggunaan dan hasil akhir hairspray dapat berbeda. Karena itu, pemilihan produk perlu disesuaikan dengan kebutuhan penataan rambut.
Apakah Hairspray Bisa Merusak Rambut?
Penggunaan hairspray dalam jumlah sedang tidak secara otomatis membuat rambut rusak. Dokter kulit bersertifikasi ganda di Jennie Stuart Dermatology, May Hall, DO, menjelaskan bahwa masalah dapat muncul ketika produk digunakan secara berlebihan atau terlalu sering.
Menurut Hall, penggunaan berlebihan dapat membuat helaian rambut menjadi lebih lemah dan rusak. Artinya, risiko terhadap kondisi rambut tidak hanya ditentukan oleh keberadaan hairspray itu sendiri, tetapi juga oleh seberapa sering dan seberapa banyak produk digunakan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan alkohol dalam hairspray. Banyak produk menggunakan alkohol sebagai bagian dari formulasi agar cairan dapat mengering dengan cepat setelah disemprotkan.
Jika digunakan berulang kali, kandungan tersebut dapat membuat rambut menjadi lebih kering dan rapuh. Alkohol juga dapat berinteraksi dengan minyak yang terdapat di kulit kepala.
Kondisi tersebut menurut Hall dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami ketombe dan penumpukan kotoran pada kulit kepala. Karena itu, penggunaan hairspray secara berlebihan perlu diimbangi dengan perawatan rambut dan kulit kepala yang baik.
Penggunaan Berlebihan Bisa Memicu Penumpukan Residu
Risiko penggunaan hairspray tidak hanya berkaitan dengan kondisi batang rambut. Residu dari produk juga dapat menumpuk pada permukaan rambut dan kulit kepala apabila penggunaannya tidak diikuti dengan rutinitas membersihkan rambut secara menyeluruh.
Penumpukan residu dapat membuat rambut kehilangan sebagian kilau alaminya. Rambut juga dapat terasa lebih kasar ketika disentuh atau disisir.
Kondisi tersebut dapat menjadi lebih terasa apabila hairspray digunakan berulang kali tanpa membersihkan rambut dengan baik. Sisa produk yang menempel kemudian dapat terakumulasi pada rambut maupun kulit kepala.
Karena itu, pengguna hairspray perlu memperhatikan kebersihan rambut setelah menggunakan produk penata rambut. Rutinitas pembersihan yang baik dapat membantu mengurangi sisa produk yang menempel.
Hati-hati Menggunakan Hairspray Bersama Alat Panas
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan hairspray bersamaan dengan alat penata rambut bersuhu tinggi. Contohnya adalah catokan dan alat pengeriting rambut.
Penggunaan hairspray yang kemudian langsung terkena panas tinggi dapat menimbulkan risiko tambahan terhadap kondisi rambut. Kombinasi bahan kimia yang terdapat dalam produk dengan suhu tinggi dapat memengaruhi struktur dan pigmen rambut.
Dawna Jarvis menjelaskan bahwa ketika hairspray terkena panas, produk tersebut dapat meninggalkan perubahan warna yang terlihat seperti rambut terbakar. Kondisi tersebut terutama dapat terlihat pada rambut berwarna pirang.
Karena itu, penggunaan hairspray dan alat penata rambut panas perlu diperhatikan secara bersamaan. Hairspray sebaiknya tidak digunakan secara sembarangan sebelum rambut terkena sumber panas tinggi.
Seberapa Sering Hairspray Sebaiknya Digunakan?
Sumber tidak menetapkan batas jumlah penggunaan hairspray yang berlaku untuk semua orang. Penjelasan ahli justru menekankan bahwa risiko sangat berkaitan dengan intensitas pemakaian.
Dalam jumlah sedang, hairspray disebut tidak menjadi masalah bagi rambut. Namun, penggunaan yang terlalu sering atau berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan rambut menjadi kering, rapuh, atau melemah.
Dengan demikian, penggunaan hairspray tidak harus dihentikan sepenuhnya oleh orang yang membutuhkan produk tersebut untuk menata rambut. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensi pemakaian dan tidak menggunakan produk secara berlebihan.
Pengguna juga perlu memperhatikan kondisi rambut dan kulit kepala. Jika rambut mulai terasa lebih kering, kasar, atau rapuh setelah penggunaan produk secara rutin, frekuensi penggunaan dapat menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi.
Perhatikan Kondisi Kulit Kepala
Selain kondisi helaian rambut, kulit kepala juga perlu diperhatikan. Residu hairspray yang menumpuk dapat membuat kebersihan kulit kepala terganggu, terutama jika produk digunakan secara berulang.
Kandungan alkohol dalam produk juga disebut dapat berikatan dengan minyak pada kulit kepala. Menurut May Hall, kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap ketombe dan penumpukan kotoran.
Karena itu, penggunaan hairspray sebaiknya disertai dengan kebiasaan membersihkan rambut secara rutin. Membersihkan rambut dengan baik menjadi bagian penting untuk mengurangi sisa produk yang tertinggal setelah penataan.
Hairspray Tidak Selalu Berarti Rambut Akan Rusak
Hairspray pada dasarnya merupakan produk penata rambut yang bekerja dengan membentuk lapisan film dari polimer untuk membantu mempertahankan gaya rambut. Penggunaan dalam jumlah sedang tidak secara otomatis menyebabkan kerusakan.
Risiko lebih banyak dikaitkan dengan penggunaan yang berlebihan atau terlalu sering. Kandungan alkohol dalam banyak produk dapat membuat rambut lebih kering dan rapuh apabila digunakan berulang kali. Selain itu, residu yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menumpuk pada rambut dan kulit kepala.
Pengguna juga perlu berhati-hati ketika mengombinasikan hairspray dengan alat penata rambut bersuhu tinggi. Panas dapat memengaruhi struktur dan pigmen rambut, bahkan dalam kondisi tertentu dapat membuat rambut tampak seperti terbakar.
Dengan memperhatikan frekuensi penggunaan, kebersihan rambut dan kulit kepala, serta penggunaan alat penata bersuhu tinggi, hairspray tetap dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas penataan rambut. Yang perlu dihindari adalah penggunaan secara berlebihan tanpa memperhatikan kondisi rambut dan kulit kepala. (*)