Daftar tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam kelompok negara yang memiliki kontribusi besar dari sektor perjalanan dan pariwisata di luar kategori negara berpendapatan tinggi. Sektor tersebut menjadi salah satu bagian yang diperhitungkan dalam melihat perkembangan pariwisata suatu negara.
Posisi Indonesia dalam Indeks Pariwisata 2026
Masuknya Indonesia ke posisi ke-23 dalam TTDI 2026 menempatkan negara ini di jajaran 25 besar negara terbaik untuk perjalanan dan pariwisata menurut indeks tersebut. Indonesia memperoleh skor 4,55 dari penilaian terhadap 110 negara.
Posisi Indonesia memang turun satu tingkat dibandingkan 2024. Namun, jika dibandingkan dengan 2019, Indonesia telah mengalami kenaikan sebanyak 12 peringkat.
Penilaian TTDI sendiri mencakup berbagai faktor yang berkaitan dengan kemampuan suatu negara dalam mengembangkan sektor perjalanan dan pariwisata secara berkelanjutan. Infrastruktur transportasi udara, daya saing harga, keselamatan dan keamanan, harga hotel, persyaratan visa, transportasi umum, Situs Warisan Dunia UNESCO, serta distribusi pariwisata secara geografis termasuk aspek yang dipertimbangkan.
Dengan posisi tersebut, Indonesia berada di antara negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Belgia dalam daftar 25 besar. Indonesia juga menjadi negara Asia Tenggara dengan peringkat kedua setelah Singapura.
Hasil TTDI 2026 memberikan gambaran mengenai posisi sektor perjalanan dan pariwisata Indonesia berdasarkan indikator yang digunakan dalam indeks. Di tingkat global, Indonesia berada di peringkat ke-23 dari 110 negara, sedangkan dalam konteks Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi kedua. (*)

