Pendekatan ini penting terutama ketika media dipakai sebagai bukti dalam pemberitaan atau untuk mendukung klaim yang berpotensi merugikan orang lain.
Verifikasi SynthID Juga Ada di Produk Google Lain
Selain lewat situs khusus, Google telah mengintegrasikan pemeriksaan SynthID ke sejumlah produknya, termasuk aplikasi Gemini, Google Search, dan browser Chrome. Menurut Google, fitur verifikasi di produk-produk itu menangani lebih dari satu juta permintaan pemeriksaan setiap hari.
Perluasan akses SynthID Detector menjadi langkah tambahan untuk membantu masyarakat mengetahui asal-usul media digital. Di tengah konten buatan AI yang kian realistis, teknologi watermark dapat membantu proses pemeriksaan, tetapi tetap memiliki batasan.
Google Buka SynthID Detector
Dengan dibukanya SynthID Detector, pengguna di Indonesia dan negara lain kini dapat memeriksa gambar, video, dan audio yang diduga dibuat atau diedit dengan AI dari sistem yang mendukung SynthID. Layanan ini tersedia lewat situs resmi dan mendukung banyak format media.
Alat ini berguna untuk verifikasi awal, tetapi bukan pendeteksi universal. Adanya watermark bisa menjadi petunjuk keterlibatan AI yang kompatibel, sedangkan hasil tanpa watermark tidak menjamin media tersebut sepenuhnya asli. Pengguna tetap perlu menggabungkannya dengan verifikasi sumber dan konteks sebelum memercayai atau menyebarkan suatu konten.
FAQ Seputar SynthID Detector
Apa itu SynthID Detector?
SynthID Detector adalah layanan berbasis situs web dari Google untuk memeriksa apakah gambar, video, atau audio memuat watermark digital SynthID.
Kapan SynthID Detector dibuka untuk umum?
Google membukanya untuk masyarakat umum pada 7 Oktober 2026. Sebelumnya, alat ini hanya dipakai terbatas oleh jurnalis, peneliti, dan profesional media.
Apakah SynthID Detector bisa dipakai di Indonesia?
Bisa. Aksesnya diperluas secara global, termasuk untuk pengguna di Indonesia, dengan antarmuka berbahasa Inggris.
Di mana alamat situs SynthID Detector?
Layanan ini dapat diakses di synthid.com/image-detection.
Akun apa yang bisa dipakai untuk masuk?
Berdasarkan informasi peluncuran, layanan mendukung akun Google, OpenAI, atau Apple.
Apakah SynthID Detector hanya mendeteksi konten buatan AI Google?
Tidak. Layanan ini juga mendukung watermark dari mitra seperti OpenAI, NVIDIA, dan Kakao. Dukungan untuk Apple direncanakan menyusul.

