Namun, tidak seluruh air baku dapat diubah menjadi air hasil pengolahan. Dari setiap satu meter kubik air yang diproses, sekitar 30 persen menjadi air RO, sedangkan sekitar 70 persen sisanya menjadi air buangan dengan kadar garam lebih tinggi.
Air Buangan Berpotensi Diolah Menjadi Bahan Baku Garam
Menurut Imam, air buangan dari proses desalinasi masih berpotensi dikelola lebih lanjut dan tidak harus langsung dibuang. Salah satu kemungkinan pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan garam.
Meski demikian, pemanfaatan tersebut tetap perlu memperhatikan standar dan aspek keamanan pengolahan agar hasilnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah melewati membran RO, air hasil pengolahan ditampung dalam tangki air bersih. Untuk menjaga kualitas air selama penyimpanan, pihak penyedia merekomendasikan penggunaan tangki yang memenuhi standar, termasuk yang menggunakan material stainless steel.
Air kemudian melewati proses sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet sebelum didistribusikan sebagai air siap minum.
Didukung Panel Surya dan Bisa Dikembangkan dengan Sistem Hybrid
Dari sisi energi, teknologi desalinasi tersebut dirancang menggunakan panel surya sebagai sumber tenaga utama. Dalam satu sistem, diperkirakan dibutuhkan sekitar 29 panel surya yang dibagi untuk mendukung pompa, mesin RO, dan unit UV.
Kebutuhan daya mesin disebut berada di kisaran 2.700 watt. Kapasitas sistem panel surya dirancang lebih besar untuk menjaga kestabilan produksi ketika intensitas radiasi matahari mengalami perubahan.
Jika kebutuhan air mengharuskan mesin tetap beroperasi pada malam hari, sistem tersebut dapat dikembangkan menggunakan skema hybrid dengan memanfaatkan listrik dari PLN.
Dengan demikian, penggunaan tenaga surya menjadi sumber energi utama, sementara listrik PLN dapat menjadi alternatif pendukung ketika diperlukan produksi pada malam hari.
Imam juga menjelaskan bahwa sistem tetap dirancang dapat bekerja saat cuaca mendung atau hujan. Hal ini karena panel surya memanfaatkan radiasi matahari dan tidak hanya bergantung pada cahaya matahari langsung.
Kapasitas Produksi Sekitar 250 Liter per Jam
Satu unit teknologi yang ditawarkan disebut mampu menghasilkan sekitar 250 liter air per jam. Lama operasional dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi serta pemeliharaan mesin.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan Pemkot Makassar dalam mengkaji penerapan teknologi desalinasi untuk kawasan kepulauan.

