Keadilanrakyatnews.com, Makassar – Polda Sulawesi Selatan masih mendalami kasus meninggalnya RF alias Rafli Ramadhani (19), remaja yang tewas setelah terkena tembakan ketika terjadi bentrokan antarwarga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (27/9/2026) dini hari.
Polisi menyebut Rafli diduga terkena peluru tajam dalam peristiwa bentrokan tersebut. Untuk mengetahui jenis proyektil dan senjata yang digunakan, aparat akan melakukan pemeriksaan balistik terhadap peluru yang mengenai tubuh korban.
Uji balistik menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan karena hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai jenis proyektil sekaligus senjata api yang digunakan dalam kejadian. Polisi juga masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi ketika bentrokan berlangsung, termasuk tindakan personel yang berada di lokasi.
Peluru yang Mengenai Korban Akan Diuji Balistik
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan pemeriksaan terhadap proyektil dilakukan oleh Bidang Laboratorium Forensik atau Bidlabfor. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui karakteristik peluru yang menyebabkan Rafli meninggal dunia.
Menurut Didik, hasil uji balistik akan membantu penyidik mengetahui besaran dan jenis proyektil yang digunakan dalam kejadian tersebut.
“Uji balistik dilaksanakan oleh Bidlabfor untuk menentukan besaran dan jenis proyektil yang digunakan,” kata Didik dalam keterangannya kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap asal senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Namun, proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga belum ada hasil akhir mengenai senjata yang digunakan.
Didik mengatakan hasil pemeriksaan Labfor nantinya akan memberikan informasi yang diperlukan penyidik. Dari pemeriksaan tersebut, polisi juga akan melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan penggunaan senjata dalam kejadian.
Dengan demikian, polisi masih menunggu hasil uji balistik sebelum dapat menyimpulkan senjata apa yang digunakan untuk melepaskan tembakan yang mengenai Rafli.
Polisi Sebut Personel Sempat Melepaskan Tembakan
Di sisi lain, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memberikan keterangan mengenai situasi ketika personel kepolisian mendatangi lokasi bentrokan. Menurut dia, saat itu aparat menghadapi massa yang terlibat aksi saling serang.
Arya mengatakan personel di lapangan sempat melakukan tembakan dengan maksud untuk melerai atau membubarkan massa. Tindakan tersebut disebut sebagai tembakan peringatan agar massa menghentikan bentrokan.
“Dilakukannya tindakan tembakan peringatan, harapannya dengan suara tembakan yang besar, massa bubar,” kata Arya.

