Google Buka SynthID Detector untuk Umum, Bisa Cek Gambar, Video, dan Audio

Ari
By Ari
8 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com, Jakarta – Google membuka SynthID Detector untuk masyarakat umum sejak 7 Oktober 2026. Layanan berbasis situs web ini bisa dipakai untuk memeriksa gambar, video, dan audio, guna mengetahui apakah media tersebut membawa watermark digital SynthID yang disisipkan sejumlah teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pada tahap pengujian, alat ini hanya bisa dipakai terbatas oleh jurnalis, peneliti, dan profesional media. Kini aksesnya diperluas ke seluruh dunia, termasuk bagi pengguna di Indonesia, dengan antarmuka berbahasa Inggris.

Google menjelaskan perluasan akses ini melalui blog resminya. Meski begitu, SynthID Detector bukan alat pendeteksi universal. Hasilnya tidak bisa menjadi satu-satunya dasar untuk menyimpulkan sebuah media dibuat dengan AI atau tidak.

Cara Menggunakan SynthID Detector

Pemakaiannya relatif sederhana. Pengguna cukup membuka situs resminya, masuk dengan akun yang didukung, lalu mengunggah media yang ingin diperiksa. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Buka situs resmi. Kunjungi synthid.com/image-detection.
  2. Masuk ke akun. Berdasarkan informasi peluncuran, layanan ini mendukung akun Google, OpenAI, atau Apple.
  3. Unggah file. Pilih foto, video, atau audio sesuai format yang didukung.
  4. Tunggu analisis. Sistem akan memeriksa apakah file memuat watermark SynthID yang dapat dikenali.
  5. Baca hasilnya. Pahami keterangan yang muncul sebelum menarik kesimpulan tentang asal-usul media.

Pengguna disarankan mengakses layanan lewat alamat resmi dan membaca ketentuannya sebelum mengunggah berkas. Bila media memuat data pribadi atau materi sensitif, pertimbangkan dulu aspek privasinya sebelum mengirimkannya ke layanan daring.

Google Buka SynthID Detector

Format File yang Didukung

SynthID Detector menerima berbagai format yang umum dipakai, sehingga pengguna tidak perlu mengubah format berkas lebih dulu. Untuk gambar, format yang didukung adalah:

  • JPG dan JPEG
  • PNG dan BMP
  • WEBP dan AVIF
  • HEIC dan HEIF
  • TIFF dan TIF
  • GIF

Untuk video, format yang bisa diperiksa adalah MP4, MOV, dan WEBM. Adapun untuk audio, pengguna dapat mengunggah file WAV, MP3, OGG, FLAC, AAC, atau M4A.

Dukungan format tidak berarti setiap file pasti terdeteksi sebagai konten AI. Sistem tetap harus menemukan watermark yang didukungnya.

Apa Itu SynthID?

SynthID adalah teknologi watermark digital yang diperkenalkan Google pada 2023. Teknologi ini menyisipkan penanda yang tidak kasatmata ke dalam konten buatan AI. Penanda itu tidak tampil sebagai tulisan atau logo pada gambar, video, maupun audio, tetapi bisa dikenali oleh sistem pemeriksa.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with