Analis sepak bola Estu Santoso, seperti dikutip RRI, memandang FIFA ASEAN Cup sebagai bab baru bagi turnamen regional. Menurutnya, ini turnamen regional pertama yang diinisiasi langsung oleh FIFA, dengan konsep serupa yang sebelumnya dipakai di FIFA Arab Cup untuk memperkuat persaingan antarnegara. Ia menilai turnamen ini berpotensi menghidupkan kembali rivalitas sepak bola di Asia Tenggara.
Pandangan itu relevan karena besarnya hadiah sering mencerminkan posisi sebuah turnamen. Pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni, seperti dikutip Gebrak.id sebelum turnamen, juga menilai FIFA ASEAN Cup menjadi ujian penting bagi pelatih John Herdman. Alasannya, turnamen ini berlangsung dalam kalender resmi FIFA sehingga Indonesia bisa memanggil pemain-pemain utama, termasuk yang berkarier di Eropa.
Kedua pandangan tersebut disampaikan sebelum final dan hanya menjadi pelengkap konteks. Fokus utama artikel ini tetap pada status hadiah dan fakta pertandingan.
FIFA belum mencantumkan nominal hadiah secara resmi
Meski laporan tentang hadiah 1 juta dollar AS sudah muncul sejak sebelum turnamen, informasi itu perlu dibedakan dari pengumuman resmi. Dalam keterangan resminya, FIFA menyebut kompetisi perdana ini diikuti 14 tim yang terbagi dalam dua kompetisi, yakni FIFA ASEAN Cup dan FIFA ASEAN Challenge Cup. Turnamen berlangsung di Indonesia dan Hong Kong, China.
FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa Indonesia menjadi juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Jakarta. Namun, laporan resmi pertandingan itu tidak mencantumkan jumlah uang yang diberikan kepada Indonesia. Karena itu, belum ada dasar yang cukup untuk memastikan Timnas Indonesia sudah menerima atau akan menerima tepat Rp17,8 miliar dari FIFA.
Selain itu, sumber yang ada juga tidak menjelaskan bagaimana hadiah, bila benar diberikan, akan dibagi di internal tim atau federasi. Pertanyaan soal pembagian itu masih menunggu penjelasan dari pihak yang berwenang.
Gelar perdana yang bernilai sejarah
Terlepas dari nominal hadiah, keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 sudah menjadi pencapaian bersejarah karena ini gelar perdana di turnamen tersebut. Setelah bermain imbang sampai waktu normal dan babak tambahan, Garuda akhirnya memenangkan adu penalti. Dean James dan Elkan Baggott menjadi pencetak gol Indonesia dalam 120 menit, sedangkan Iklas Sanron dan Peeradol Chamrasamee mencetak gol untuk Thailand.
Karena itu, untuk saat ini angka 1 juta dollar AS atau sekitar Rp17,8 miliar sebaiknya disebut sebagai nominal yang pernah dilaporkan untuk hadiah juara FIFA ASEAN Cup, bukan angka resmi yang sudah dikonfirmasi FIFA untuk Timnas Indonesia. Masyarakat perlu menunggu pengumuman resmi dari FIFA maupun PSSI mengenai besaran hadiah yang benar-benar diterima Indonesia. (*)

