Keadilanrakyatnews.com – OpenAI akan menyisipkan tanda air (watermark) tersembunyi pada teks buatan ChatGPT dan tools pemrograman Codex bagi pengguna di negara-negara Uni Eropa. Langkah ini diambil agar perusahaan mematuhi aturan kecerdasan buatan (AI) Uni Eropa, EU AI Act, yang mewajibkan konten buatan AI bisa dikenali.
Rencana tersebut diumumkan OpenAI melalui blog resminya pada Senin (5/10/2026). Untuk saat ini, penerapannya baru mencakup Uni Eropa dan belum berlaku bagi pengguna ChatGPT di Indonesia.
Mengapa OpenAI Memasang Watermark pada Teks ChatGPT?
Menurut OpenAI, watermark dipasang untuk memenuhi ketentuan transparansi dalam EU AI Act. Aturan itu mulai efektif sejak 2 Agustus 2026 dan mewajibkan perusahaan AI menandai konten buatan AI dengan cara yang dapat dikenali oleh sistem lain.
ChatGPT dan Codex sudah dirilis sebelum aturan tersebut berlaku. Karena itu, keduanya diberi tenggat hingga 2 Desember 2026 untuk menyesuaikan diri.

Kapan Watermark Mulai Diterapkan?
OpenAI akan menggulirkan watermark secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Fitur ini ditujukan kepada pengguna ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di semua paket langganan.
Pengguna di Indonesia belum termasuk dalam cakupan penerapan awal ini.
Cara Kerja textGrain, Metode Penandaan OpenAI
OpenAI menamai metode penandaannya textGrain. Perusahaan juga berencana merilis teknologi tersebut sebagai software open source. Menurut klaim OpenAI, watermark ini tidak menurunkan performa model secara berarti.
Cara kerjanya bukan dengan menambahkan sesuatu yang tampak pada teks. Tidak ada logo, simbol, maupun karakter tersembunyi yang disisipkan. Sebaliknya, textGrain memengaruhi pilihan kata yang dipakai model ketika menyusun jawaban.
Pola pilihan kata itu tidak terlihat oleh pembaca. Meski demikian, alat pendeteksi khusus dapat menangkapnya.
Apa yang Tidak Diungkap oleh Watermark?
OpenAI menegaskan bahwa watermark memiliki batasan. Berikut hal-hal yang menurut perusahaan tidak diungkap atau dibuktikan oleh tanda tersebut:
- identitas pembuat teks;
- akun yang digunakan;
- perintah (prompt) yang diketik pengguna;
- isi percakapan;
- besarnya kontribusi manusia dalam teks;
- kepemilikan maupun kebenaran isi teks.
Watermark Bisa Hilang Jika Teks Diedit
Dalam uji internal OpenAI, tingkat deteksi watermark turun tajam ketika sebagian kata diganti dengan sinonimnya. Panjang teks dalam pengujian itu dihitung dengan token, yaitu satuan potongan kata yang diolah model AI.
