Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas 2026: Syarat dan Cara Daftar CKG Terbaru

Ari
By Ari
9 Menit Baca

Keadilanrakyatnews.com – Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih bisa dimanfaatkan masyarakat di Puskesmas pada Oktober 2026. Syaratnya relatif sederhana: warga cukup membawa identitas seperti KTP atau KK, mendaftar lewat aplikasi SATUSEHAT Mobile, WhatsApp resmi Kementerian Kesehatan, atau datang langsung ke Puskesmas. Pemeriksaan gratis ini maksimal satu kali dalam setahun, dan peserta tidak lagi perlu menunggu hari ulang tahun.

Program yang dikelola Kementerian Kesehatan ini bertujuan mendeteksi dini risiko penyakit fisik maupun kesehatan jiwa sebelum menimbulkan gejala berat. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/84/2026 tentang Petunjuk Teknis CKG, program ini diperkuat pelaksanaannya pada 2026.

Artikel ini merangkum siapa yang bisa ikut, syarat yang perlu disiapkan, cara mendaftar, dan hal-hal yang sering ditanyakan warga.

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas 2026

Apa Itu Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

CKG adalah program pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan pemerintah dan dibiayai negara. Pemeriksaannya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas. Hasilnya dipakai untuk mengenali faktor risiko dan memberikan edukasi serta tindak lanjut sesuai kondisi peserta.

Pada awal 2026, program ini disebut telah diikuti sekitar 19 juta peserta, menurut pemberitaan Media Indonesia. Angka tersebut menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap deteksi dini.

Siapa yang Bisa Mengikuti CKG?

Menurut Kementerian Kesehatan, CKG ditujukan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Anak sekolah juga bisa mengikuti, misalnya lewat program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau datang langsung ke Puskesmas. Lansia, menurut pemberitaan, biasanya memiliki jalur layanan khusus agar lebih nyaman.

Jenis pemeriksaan tidak selalu sama untuk semua peserta karena disesuaikan dengan usia serta paket skrining yang berlaku. Contohnya, anak dapat menjalani pengukuran pertumbuhan, sedangkan orang dewasa dan lansia dapat menjalani pemeriksaan lain seperti tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, pemeriksaan mata dan telinga, kesehatan gigi, hingga skrining kesehatan jiwa sesuai kelompok sasaran. Petunjuk teknis juga menyebut petugas mengidentifikasi kondisi disabilitas untuk menyesuaikan cara komunikasi dan pemeriksaan.

Apa Saja Syarat Ikut CKG di Puskesmas?

Berikut syarat dan ketentuan umum yang perlu diperhatikan peserta.

  • Identitas. Siapkan KTP atau Kartu Keluarga (KK). Data NIK dipakai untuk pendaftaran.
  • Nomor WhatsApp atau ponsel aktif. Dibutuhkan saat pendaftaran dan untuk menerima informasi hasil.
  • Satu kali dalam setahun. Kementerian Kesehatan menyatakan pemeriksaan maksimal satu kali dalam satu tahun.
  • Tidak perlu menunggu ulang tahun. Pada 2026, peserta tidak harus menunggu tanggal ulang tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja selama jadwal layanan tersedia.
  • BPJS Kesehatan tidak wajib. Menurut panduan yang dimuat Media Indonesia, kepesertaan BPJS bukan syarat mengikuti CKG.
  • Gratis. Program ini didanai pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran maupun pemeriksaan.

Pada pendaftaran CKG Sekolah, formulir juga meminta data seperti kelas, kepesertaan BPJS, alamat domisili, dan golongan darah, sehingga orang tua perlu menyiapkan informasi tersebut.

Cara Daftar CKG Lewat SATUSEHAT Mobile

Jalur utama pendaftaran adalah aplikasi SATUSEHAT Mobile. Berdasarkan panduan resmi SATUSEHAT yang diperbarui pada 10 Juli 2026, langkahnya sebagai berikut.

  1. Unduh dan masuk ke aplikasi SATUSEHAT Mobile.
  2. Buka menu Fitur, lalu pilih Pendaftaran.
  3. Klik Lengkapi Identitas dan isi data diri sampai lengkap.
  4. Pilih jadwal pemeriksaan yang tersedia.
  5. Masukkan nomor WhatsApp aktif.
  6. Pilih Puskesmas lokasi pemeriksaan.
  7. Periksa kembali data, centang kolom persetujuan, lalu klik Simpan.
  8. Tiket pemeriksaan CKG akan terbit. Pilih Isi Skrining pada tiket dan jawab seluruh pertanyaan kesehatan.
  9. Datang ke Puskesmas sesuai jadwal dan lokasi yang dipilih.

Peserta disarankan menyelesaikan skrining mandiri sebelum datang karena datanya dipakai petugas saat pemeriksaan.

Cara Daftar Lewat WhatsApp Kemenkes

Bagi warga yang tidak ingin memakai aplikasi, tersedia WhatsApp Chatbot resmi Kementerian Kesehatan. Menurut panduan SATUSEHAT, nomornya adalah 0811-10-500-567. Setelah mengirim pesan, pilih menu Cek Kesehatan Gratis. Peserta yang sudah punya tiket bisa melanjutkan skrining mandiri, sedangkan yang belum punya tiket mengikuti petunjuk chatbot.

Perlu dicatat bahwa beberapa Puskesmas pernah mencantumkan nomor atau kata kunci berbeda di pengumuman lama. Karena itu, pastikan Anda memakai nomor resmi terbaru dari Kemenkes atau Puskesmas setempat.

Cara Daftar Langsung di Puskesmas

Masyarakat juga bisa datang langsung ke Puskesmas dengan membawa KTP atau KK. Petugas akan membantu pendaftaran, dan peserta dapat mengakses laman resmi ayockg.kemkes.go.id. Di halaman tersebut tersedia pilihan Daftar dengan Data Diri bagi yang belum pernah mendaftar, serta Lanjutkan dengan No. Tiket bagi yang sudah memiliki tiket (dengan memasukkan nomor tiket dan tanggal lahir), lalu peserta mengisi formulir skrining kesehatan.

Warga yang tidak memiliki NIK atau mengalami kendala saat mendaftar mandiri dapat dibantu tenaga kesehatan Puskesmas melalui sistem ASIK (SATUSEHAT Indonesiaku).

Apa Itu ASIK dan Apa Bedanya dengan SATUSEHAT Mobile?

Banyak warga bingung membedakan keduanya. SATUSEHAT Mobile adalah aplikasi untuk masyarakat, sedangkan ASIK atau SATUSEHAT Indonesiaku lebih banyak dipakai tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk mengelola peserta, mencatat pelayanan, dan memasukkan hasil pemeriksaan CKG. Jadi, masyarakat umum biasanya tidak perlu mengakses ASIK sendiri.

Cara Daftar CKG untuk Anak Sekolah

Untuk CKG Sekolah, orang tua atau wali dapat mendaftarkan anak lewat SATUSEHAT Mobile dengan menambahkan data anak sebagai profil tertaut. Data sekolah, kelas, kepesertaan BPJS, alamat, dan golongan darah dilengkapi sebelum tiket terbit. Jika orang tua mengalami kendala, petugas Puskesmas pengampu sekolah dapat membantu mendaftarkan siswa lewat ASIK. Pada pelaksanaan MPLS Ramah 2026, sekolah bekerja sama dengan Puskesmas untuk pemeriksaan fisik, dan orang tua cukup melaporkan bukti pendaftaran kepada sekolah, bukan hasil pemeriksaan medisnya.

Apa yang Perlu Disiapkan pada Hari Pemeriksaan?

  • Bawa KTP atau KK dan tiket CKG (digital atau tangkapan layar).
  • Pastikan skrining mandiri sudah diisi.
  • Catat keluhan kesehatan atau riwayat penyakit keluarga yang ingin dikonsultasikan.
  • Datang sesuai jadwal. Peserta akan melakukan registrasi ulang di Puskesmas.
  • Ikuti arahan petugas soal puasa. Untuk cek gula darah sewaktu, puasa tidak diperlukan, tetapi petugas bisa meminta puasa jika dibutuhkan hasil yang lebih akurat.

Bagaimana Cara Melihat Hasil CKG?

Setelah pemeriksaan, tenaga kesehatan memasukkan data pelayanan lewat ASIK. Hasilnya kemudian dapat muncul di fitur Hasil Cek Kesehatan Gratis atau Rapor Kesehatan di SATUSEHAT Mobile. Kementerian Kesehatan juga dapat mengirim informasi hasil melalui nomor WhatsApp yang terdaftar. Jika diperlukan tindak lanjut medis, peserta bisa mendapat pelayanan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dan mekanisme layanan kesehatan yang berlaku. Petunjuk teknis juga mengatur rujukan ke Puskesmas atau laboratorium kesehatan masyarakat bila diperlukan.

Tips agar Proses CKG Lancar

  • Pastikan NIK dan nomor telepon yang dimasukkan benar. Jika NIK tidak terbaca, periksa sinkronisasi data kependudukan.
  • Pantau jadwal layanan di Puskesmas setempat lewat papan pengumuman, media sosial Puskesmas, atau aplikasi SATUSEHAT.
  • Jangan menunda skrining mandiri karena tim Puskesmas membutuhkan datanya.
  • Waspadai pihak yang meminta bayaran. Program ini gratis, jadi tidak ada biaya pendaftaran.
  • Gunakan hanya kanal resmi, yakni SATUSEHAT Mobile, WhatsApp resmi Kemenkes, dan Puskesmas.

FAQ: Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Apa syarat ikut cek kesehatan gratis di Puskesmas?
Siapkan KTP atau KK, nomor ponsel aktif, dan daftar lewat SATUSEHAT Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau langsung ke Puskesmas. Peserta maksimal satu kali dalam setahun.

Apakah harus punya BPJS untuk ikut CKG?
Tidak wajib. Program ini tidak mensyaratkan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk masyarakat umum.

Apakah harus menunggu ulang tahun untuk ikut CKG?
Tidak. Pada 2026, peserta dapat mendaftar kapan saja selama jadwal layanan tersedia, dengan batas satu kali dalam setahun.

Berapa biaya CKG di Puskesmas?
Gratis. Program ini dibiayai pemerintah.

Bagaimana jika saya tidak punya ponsel atau NIK?
Datang langsung ke Puskesmas. Petugas dapat membantu pendaftaran lewat sistem ASIK.

Apakah anak sekolah bisa ikut CKG?
Bisa, lewat program UKS di sekolah atau dengan datang langsung ke Puskesmas. Orang tua juga dapat mendaftarkan anak lewat SATUSEHAT Mobile.

Di mana melihat hasil CKG?
Hasil dapat dilihat pada fitur Rapor Kesehatan di SATUSEHAT Mobile atau lewat WhatsApp yang terdaftar setelah data dimasukkan petugas.

Apakah perlu puasa sebelum CKG?
Untuk cek gula darah sewaktu tidak perlu puasa, tetapi petugas bisa memberi instruksi khusus untuk hasil yang lebih akurat. (*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with