Keadilanrakyatnews.com – Mantan pemain Timnas Belgia, Radja Nainggolan, mengaku menyesal karena sepanjang kariernya tidak pernah memilih membela Timnas Indonesia. Pada usia 38 tahun, pemain berdarah Batak itu kini melihat besarnya popularitas sepak bola di Tanah Air, termasuk perhatian dan fasilitas yang diterima para pemain tim nasional.
Pengakuan tersebut disampaikan Nainggolan dalam wawancara dengan media Belgia, Het Nieuwsblad. Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti antusiasme suporter Indonesia dan menyinggung karier pemain Timnas Indonesia Ivar Jenner saat masih bermain di Belanda.
Nainggolan Soroti Fanatisme Suporter Indonesia
Menurut Nainggolan, membela Timnas Indonesia tidak hanya soal prestasi di lapangan. Ia menilai peran itu juga bisa memberi keuntungan bagi citra dan masa depan seorang pemain setelah pensiun.
Salah satu hal yang ia soroti adalah besarnya dukungan suporter di stadion.
“Di sana ada 70 ribu orang yang menonton pertandingan melawan Vietnam atau Irak. Mereka begitu fanatik,” ujar Nainggolan, seperti dikutip dari Het Nieuwsblad.

Sponsor Mewah dan Dukungan Finansial
Nainggolan juga menyinggung besarnya dukungan finansial dan fasilitas yang bisa diperoleh pemain Timnas Indonesia. Ia menyebut sejumlah pemain bahkan disponsori merek-merek mewah dunia.
“Uang juga dihambur-hamburkan. Para pemain bahkan disponsori Louis Vuitton, Hublot, Rolex,” kata Nainggolan.
Singgung Karier Ivar Jenner di Belanda
Dalam wawancara itu, Nainggolan membandingkan situasi tersebut dengan kondisi Ivar Jenner saat masih bermain di Belanda. Menurut dia, ketika itu Jenner hanya memperkuat Jong Utrecht, tim cadangan FC Utrecht.
“Padahal, seorang pemain tim nasional seperti Ivar Jenner di sini hanya bermain untuk Jong Utrecht,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan pandangan Nainggolan tentang besarnya nilai komersial yang bisa diraih pemain ketika menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Menurutnya, popularitas sepak bola nasional dapat menjadi modal penting untuk membangun citra dan peluang bisnis di masa depan.
Pandangan yang Berubah Seiring Usia
Nainggolan mengakui cara pandangnya terhadap Timnas Indonesia berubah seiring bertambahnya usia. Saat masih bermain di level tertinggi Eropa, ia mengaku belum memikirkan manfaat jangka panjang dari popularitas sebagai pemain tim nasional.
“Popularitas di sana, kehebohannya, bisa kamu manfaatkan untuk membangun citra dan masa depan setelah berhenti bermain. Dulu saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang, saat berusia 38 tahun, saya melihatnya secara berbeda,” kata Nainggolan.
