Dalam pendekatan Montessori, kegiatan praktis dapat menjadi kesempatan belajar karena anak terlibat langsung dalam aktivitas yang memiliki tujuan nyata. Orang tua tidak perlu menciptakan tugas yang rumit. Mulailah dengan pekerjaan ringan yang dapat dilakukan secara aman.
Menyiram tanaman bersama
Alat: pot tanaman yang aman dan wadah penyiram kecil yang ringan.
Cara melakukan: orang tua mengisi wadah dengan sedikit air, kemudian memperagakan cara menyiram tanah secara perlahan. Ajak anak mencoba satu atau dua kali dengan pengawasan langsung.
Manfaat: koordinasi gerak, pengamatan terhadap tanaman, kosakata seperti “air”, “tanah”, dan “daun”, serta pengalaman merawat lingkungan.
Gunakan tanaman yang tidak beracun dan jauhkan pupuk, pestisida, serta alat berkebun tajam dari jangkauan anak.
Mengelap meja dengan kain
Alat: kain lembut yang bersih dan permukaan meja yang stabil.
Cara melakukan: tunjukkan gerakan mengelap dari satu sisi ke sisi lain. Berikan kain kepada anak dan biarkan ia meniru. Kegiatan dapat dilakukan dengan meja kosong agar benda tidak jatuh.
Manfaat: koordinasi tangan, kemampuan meniru, dan pengenalan kebiasaan menjaga kebersihan.
Gunakan air secukupnya jika diperlukan. Jangan memakai cairan pembersih kimia atau disinfektan untuk aktivitas yang dilakukan anak.
Membantu menaruh pakaian kotor
Alat: keranjang pakaian yang stabil dan mudah dijangkau.
Cara melakukan: setelah berganti pakaian, ajak anak memasukkan pakaian kotor ke keranjang. Berikan contoh terlebih dahulu, lalu ucapkan instruksi singkat seperti “masukkan baju ke keranjang”.
Manfaat: rutinitas, pemahaman instruksi, dan kebiasaan merapikan barang milik sendiri.
Aktivitas Sensorik yang Tidak Perlu Banyak Perlengkapan
Anak usia dua tahun belajar melalui pengalaman indrawi, termasuk melihat, mendengar, menyentuh, dan bergerak. Aktivitas sensorik dapat dibuat sederhana tanpa menggunakan bahan yang berpotensi tertelan atau menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.
Mengenali tekstur kain
Siapkan beberapa potong kain besar yang bersih dan tidak mudah terlepas seratnya. Pilih tekstur berbeda, misalnya katun halus dan handuk lembut. Biarkan anak menyentuhnya sambil orang tua memperkenalkan kata “halus”, “lembut”, atau “tebal”. Awasi agar kain tidak menutupi wajah atau dililitkan pada leher.

