Untuk membuatnya lebih interaktif, berhenti sejenak sebelum menyebut angka berikutnya dan biarkan anak melanjutkan. Jika anak belum bisa menjawab, berikan contoh tanpa membuatnya merasa tertekan.
Mengajarkan Penjumlahan dan Pengurangan Lewat Kegiatan Sehari-hari
Setelah anak mulai mengenal angka dan jumlah benda, orang tua bisa memperkenalkan penjumlahan serta pengurangan sederhana. Tidak perlu langsung menggunakan soal tertulis. Mulailah dari kegiatan yang memang dilakukan setiap hari.
Menghitung Buah Saat Menyiapkan Makanan
Ketika menyiapkan camilan, ajak anak menghitung buah yang akan disajikan. Misalnya, letakkan dua potong buah di piring, lalu tambahkan satu potong lagi. Tanyakan berapa jumlah potongan buah sekarang.
Anak bisa menghitung semua potongan untuk menemukan jawabannya. Jika ingin mengenalkan pengurangan, ambil satu potong dari piring dan ajak anak menghitung sisanya. Kegiatan sederhana ini membuat matematika terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menghitung Tangga atau Langkah Kaki
Berjalan bersama juga bisa menjadi kesempatan untuk belajar angka. Ajak anak menghitung beberapa langkah kaki ketika berjalan di tempat yang aman dan tidak ramai. Orang tua dapat menyebut angka secara bergantian dengan anak.
Jika ingin menggunakan tangga sebagai media belajar, utamakan keselamatan. Dampingi anak secara langsung, pegang tangannya bila diperlukan, dan jangan meminta anak menghitung sambil melompat atau terburu-buru menaiki tangga.
Membantu Merapikan Mainan
Waktu merapikan mainan bisa diubah menjadi kegiatan belajar yang bermanfaat. Minta anak memasukkan tiga mobil ke dalam kotak, kemudian menghitung jumlah boneka yang akan disimpan. Selain belajar berhitung, anak juga berlatih bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.
Orang tua dapat memberikan instruksi sederhana sesuai kemampuan anak. Jika anak masih kecil, fokuslah pada kegiatan menghitung benda dan mencocokkan jumlah. Jika sudah lebih siap, tambahkan pertanyaan seperti berapa banyak mainan yang tersisa di lantai.

