- Kronologi tertulis: urutan kejadian, tanggal, tempat, dan pihak yang terlibat.
- Dokumen terkait bansos: bukti pengajuan, pemberitahuan, atau dokumen administrasi yang relevan.
- Tangkapan layar percakapan: pesan yang berkaitan langsung dengan masalah yang dilaporkan.
- Bukti pembayaran atau permintaan uang: jika ada dugaan pungutan yang tidak jelas dasar resminya.
- Identitas saksi: jika ada orang yang menyaksikan kejadian dan bersedia memberikan keterangan.
- Nomor laporan sebelumnya: jika kamu sudah pernah mengadu ke kelurahan, Dinas Sosial, atau kanal lain.
Hindari mengumpulkan bukti dengan cara yang melanggar hukum atau membahayakan diri sendiri. Jika kamu merasa terancam, prioritaskan keselamatan dan gunakan kanal pengaduan yang lebih aman. Tidak perlu menghadapi atau memancing konflik dengan pihak yang dilaporkan hanya demi mendapatkan bukti tambahan.
Contoh Format Pengaduan Bansos yang Bisa Kamu Gunakan
Supaya lebih mudah, berikut contoh format pengaduan yang dapat disesuaikan untuk disampaikan kepada kelurahan, Dinas Sosial, atau kanal pengaduan resmi. Pastikan semua bagian diisi sesuai fakta.
Kalau kamu khawatir identitas diketahui pihak yang dilaporkan, periksa apakah kanal yang digunakan menyediakan mekanisme anonim atau perlindungan identitas. Jangan mengirim dokumen sensitif ke akun media sosial yang tidak jelas atau kepada orang yang mengaku bisa mempercepat pencairan bansos.
Bagaimana Jika Laporan Tidak Ditanggapi?
Pengaduan terkadang membutuhkan waktu untuk diverifikasi. Jika belum ada jawaban, bukan berarti laporan pasti ditolak. Namun, kamu berhak mencari informasi mengenai status pengaduan melalui prosedur yang tersedia.

