Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak menggelar perdagangan pada Sabtu (24/10/2026), sehingga harga saham hari ini mengacu pada penutupan terakhir di hari Jumat (23/10/2026). Pada sesi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,95 persen atau naik 51,35 poin ke level 5.439,25. Dengan hasil itu, IHSG membukukan kenaikan 4,9 persen sepanjang pekan 19–23 Oktober 2026.
Penguatan pada akhir pekan ini melanjutkan tren pemulihan indeks selama empat hari perdagangan berturut-turut. Pada Kamis (22/10/2026), IHSG ditutup di level 5.387,90. Sepekan sebelumnya, indeks berakhir di posisi 5.185,10 setelah mengalami tekanan hebat.
Pergerakan IHSG pada Perdagangan Jumat
IHSG dibuka naik ke level 5.397,34, tetapi langsung berbalik tertekan pada menit-menit awal dan menyentuh titik terendah harian di 5.366,29. Setelah itu, pembelian mulai masuk dan indeks bergerak menguat. Pada penutupan sesi pertama, IHSG berada di level 5.446,74, naik 58,84 poin atau 1,09 persen.
Memasuki sesi kedua, indeks sempat terkoreksi ke kisaran 5.395. Namun, IHSG kembali bangkit dan mencapai level tertinggi harian di 5.455,21 sebelum akhirnya ditutup di 5.439,25. Pada sesi pagi, kenaikan indeks ditopang saham-saham komoditas batu bara. Salah satunya PTBA yang menguat sekitar 5 persen.
Sepanjang perdagangan, tercatat 477 saham menguat, 187 saham melemah, dan 129 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp16,20 triliun dengan volume perdagangan 43,97 miliar saham.
Seluruh Sektor Menguat, Siklikal dan Industri Memimpin
Kabar baiknya, seluruh 11 sektor saham berakhir di zona hijau pada Jumat. Sektor siklikal memimpin dengan kenaikan 3,13 persen, disusul sektor industrial yang naik 3,12 persen. Sektor properti menguat 0,71 persen dan sektor teknologi naik 0,46 persen. Adapun sektor keuangan menguat tipis 0,14 persen dan sektor kesehatan naik 0,09 persen.
Di kelompok saham berkapitalisasi besar, Indeks LQ45 naik 0,56 poin atau 0,10 persen ke posisi 545,13. Saham-saham seperti AKRA, UNTR, dan DEWA tercatat sebagai penguat teratas di indeks tersebut. Sementara itu, WMUU menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di antara seluruh saham yang diperdagangkan pada hari itu. Saham-saham perbankan besar juga ikut menopang laju indeks.
IHSG pun tercatat sebagai indeks dengan kinerja terbaik di kawasan Asia pada perdagangan Jumat, saat sejumlah bursa regional bergerak melemah.
Kinerja Sepekan: Kapitalisasi Pasar Naik
Berdasarkan data BEI, IHSG menguat 4,90 persen dalam sepekan, dari 5.185,10 pada akhir pekan sebelumnya menjadi 5.439,25. Kenaikan indeks itu diikuti naiknya rata-rata nilai transaksi harian yang menyentuh Rp20,34 triliun serta kapitalisasi pasar yang berada di kisaran Rp9.583 triliun.
Meski begitu, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Pada perdagangan Jumat, nilai jual bersih asing mencapai Rp1,28 triliun. Secara akumulatif sepanjang 2026, jual bersih asing tercatat Rp94,87 triliun. Artinya, pemulihan indeks belum sepenuhnya disertai kembalinya arus dana asing.
Dari Tekanan Berat ke Pemulihan
Pemulihan pekan ini terjadi setelah pasar mengalami tekanan berat sehari sebelumnya. Pada Jumat (16/10/2026), IHSG ditutup di level 5.185, anjlok 11,57 persen atau turun 678,68 poin. Tekanan itu muncul setelah MSCI pada 15 Oktober mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Pada hari yang sama, asing mencatat jual bersih Rp3,34 triliun.
Tekanan sempat berlanjut pada Senin (19/10/2026), ketika IHSG ditutup turun 3,64 persen atau 188 poin ke level 4.996. Setelah itu, indeks berbalik naik dan bergerak menguat hingga akhir pekan.
Sentimen yang Mempengaruhi Pasar
Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons rencana reformasi struktural bursa. Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai rencana tersebut menjadi salah satu penopang laju IHSG. Pelaku pasar juga mencermati kebijakan BEI yang akan mengecualikan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (22/10/2026). Saham sektor teknologi tertekan, sementara harga minyak melonjak. Kondisi itu sempat memunculkan kekhawatiran aksi ambil untung di pasar domestik sebelum IHSG akhirnya berhasil menutup hari di zona hijau.
Di pasar valuta asing, rupiah pada Jumat siang tercatat melemah ke level Rp18.079 per dolar AS saat dolar AS menguat di sesi Asia.
Apa yang Perlu Dicermati Investor Pekan Depan
Perdagangan akan kembali dibuka pada Senin (26/10/2026). Setidaknya ada tiga hal yang akan menjadi perhatian pelaku pasar. Pertama, arah arus dana asing yang masih mencatat jual bersih. Kedua, kelanjutan proses konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar Indonesia. Ketiga, persiapan penerapan aturan HSC pada IHSG yang berlaku mulai 2 November 2026.
Catatan: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Tanya Jawab Seputar IHSG Hari Ini
Berapa IHSG hari ini?
Bursa libur pada Sabtu (24/10/2026). IHSG terakhir ditutup di level 5.439,25 pada Jumat (23/10/2026), naik 0,95 persen.
Berapa kenaikan IHSG dalam sepekan?
IHSG menguat 4,90 persen selama pekan 19–23 Oktober 2026.
Kapan bursa saham Indonesia buka lagi?
Perdagangan kembali berlangsung pada Senin (26/10/2026).
Apa itu saham HSC?
HSC adalah singkatan dari High Shareholding Concentration, yaitu kategori saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi. Mulai 2 November 2026, saham kategori ini tidak lagi dihitung dalam IHSG.