Pramono Lantik 368 Pejabat Fungsional Pemprov DKI, Termasuk Banyak Guru

Ari
By Ari
5 Menit Baca

Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Pemprov DKI Jakarta menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan perbaikan sarana pendidikan dan perluasan akses bantuan. Program yang disebutkan meliputi:

  • Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus;
  • Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU);
  • Sekolah Rakyat;
  • penyiapan Beasiswa LPDP Jakarta.

Dari sisi infrastruktur, Pemprov DKI juga merehabilitasi gedung sekolah. Berdasarkan siaran pers, dari 19 gedung sekolah yang menjadi target rehabilitasi, 18 gedung sudah selesai dikerjakan dan satu gedung masih dalam proses pengerjaan. Pembenahan fasilitas ini diharapkan menunjang kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan tenaga pendidik.

Pramono: Jabatan Adalah Amanah dan Ujian

Pramono juga mengingatkan seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik agar bekerja secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jabatan ASN bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan, melainkan amanah yang harus dijalankan sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi masyarakat serta organisasi.

“Jabatan itu amanah dan sekaligus ujian. Kesempatan ini gunakanlah sebaik-baiknya. Saya berharap jabatan yang disandang bisa memberikan manfaat bagi orang banyak dan organisasi,” tegasnya.

Profesionalisme aparatur dinilai penting agar pelayanan publik berlangsung efektif, transparan, dan akuntabel. Penguatan kompetensi juga diperlukan agar setiap pejabat mampu menjalankan fungsi sesuai bidang keahliannya. Dengan begitu, pelantikan ini diharapkan tidak berhenti pada pengisian jabatan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kerja di lingkungan Pemprov DKI.

Pusat Penilaian Kompetensi BKD DKI Raih Akreditasi 95,06

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengapresiasi capaian Pusat Penilaian Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta yang memperoleh nilai akreditasi 95,06 dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Menurut siaran pers, nilai itu menjadi yang tertinggi di antara instansi peserta penilaian Batch II.

Pramono menilai capaian tersebut lahir dari kerja sama, manajemen yang lebih teratur, dan kontribusi berbagai pihak di jajaran pemerintah daerah.

“Ini tidak mungkin kita dapatkan tanpa kerja keras, kebersamaan, manajemen yang lebih teratur, dan kontribusi seluruh ASN,” tuturnya.

Capaian itu diharapkan mendorong ASN untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, dan memperkuat akuntabilitas. Penilaian kompetensi juga dinilai penting agar pengelolaan SDM lebih terarah sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik.

IPM Jakarta Disebut Capai 85,05

Pramono juga menyinggung capaian pembangunan manusia di Jakarta. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta mencapai 85,05 dan berada di posisi tertinggi secara nasional. IPM merupakan indikator yang mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Meski begitu, peningkatan kualitas pembangunan manusia tetap membutuhkan kebijakan yang berkelanjutan dan program yang tepat sasaran. Penguatan kualitas tenaga pendidik, perbaikan fasilitas sekolah, perluasan akses bantuan pendidikan, dan peningkatan profesionalisme ASN menjadi aspek yang berkaitan dengan upaya tersebut. (*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with