Berikut simulasi sederhana untuk dua skenario: hanya PPJ 3 persen, dan PPJ 3 persen ditambah biaya admin Rp2.500.
| Daya | Tarif per kWh | PPJ 3% saja | PPJ 3% + admin Rp2.500 |
|---|---|---|---|
| 450 VA subsidi | Rp415 | sekitar 233,7 kWh | sekitar 227,7 kWh |
| 900 VA subsidi | Rp605 | sekitar 160,3 kWh | sekitar 156,2 kWh |
| 900 VA non-subsidi (RTM) | Rp1.352 | sekitar 71,8 kWh | sekitar 69,9 kWh |
| 1.300 VA | Rp1.444,70 | sekitar 67,1 kWh | sekitar 65,4 kWh |
| 2.200 VA | Rp1.444,70 | sekitar 67,1 kWh | sekitar 65,4 kWh |
| 3.500 VA ke atas (R-2) | Rp1.699,53 | sekitar 57,1 kWh | sekitar 55,6 kWh |
Angka untuk 1.300 VA dengan PPJ 3 persen, yakni 67,14 kWh, sama dengan simulasi Kompas.com. Kompas juga mencatat 900 VA non-subsidi dan subsidi dengan hasil berbeda (145,87 kWh untuk 900 VA subsidi dalam salah satu simulasinya), sehingga pembaca disarankan memakai kisaran 146 sampai 160 kWh untuk 900 VA subsidi. Perbedaan itu muncul karena asumsi biaya tambahan yang tidak sama antarperhitungan.
Contoh Perhitungan Step by Step
Pelanggan 1.300 VA di daerah dengan PPJ 3 persen:
- Nominal token: Rp100.000.
- PPJ 3 persen: Rp3.000.
- Nilai yang dikonversi: Rp97.000.
- kWh: Rp97.000 dibagi Rp1.444,70 sama dengan sekitar 67,14 kWh.
Pelanggan 900 VA RTM di Jakarta (PPJ 2,4 persen): token Rp100.000 dikurangi PPJ Rp2.400 menjadi Rp97.600, lalu dibagi Rp1.352, menghasilkan sekitar 72,19 kWh. Angka ini sesuai laporan Bloomberg Technoz.
Mengapa kWh yang Masuk Lebih Kecil?
Banyak orang mengira token Rp100.000 berarti Rp100.000 listrik penuh. Kenyataannya, tidak seluruh nominal dikonversi menjadi kWh. Beberapa komponen yang dipotong antara lain:
- PPJ. Pajak daerah, besarnya bergantung peraturan daerah masing-masing.
- Biaya admin. Dikenakan oleh bank, dompet digital, atau minimarket tempat membeli token.
- Bea meterai. Menurut sebagian sumber, berlaku pada nominal pembelian tertentu, misalnya di atas Rp250.000.
Sebagai gambaran, sebuah ulasan menyebut PLN memberi ilustrasi bahwa setelah PPJ dan biaya transaksi, nilai yang menjadi listrik dari token Rp100.000 berkisar sekitar Rp90.000 hingga Rp94.000. Itu sebabnya token Rp100.000 pada 1.300 VA bisa menghasilkan sekitar 63 sampai 65 kWh di sebagian kondisi.

