Harga Saham Hari Ini: IHSG Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439,25, Naik 4,9 Persen Sepekan

Ari
By Ari
6 Menit Baca

Berdasarkan data BEI, IHSG menguat 4,90 persen dalam sepekan, dari 5.185,10 pada akhir pekan sebelumnya menjadi 5.439,25. Kenaikan indeks itu diikuti naiknya rata-rata nilai transaksi harian yang menyentuh Rp20,34 triliun serta kapitalisasi pasar yang berada di kisaran Rp9.583 triliun.

Meski begitu, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Pada perdagangan Jumat, nilai jual bersih asing mencapai Rp1,28 triliun. Secara akumulatif sepanjang 2026, jual bersih asing tercatat Rp94,87 triliun. Artinya, pemulihan indeks belum sepenuhnya disertai kembalinya arus dana asing.

Dari Tekanan Berat ke Pemulihan

Pemulihan pekan ini terjadi setelah pasar mengalami tekanan berat sehari sebelumnya. Pada Jumat (16/10/2026), IHSG ditutup di level 5.185, anjlok 11,57 persen atau turun 678,68 poin. Tekanan itu muncul setelah MSCI pada 15 Oktober mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Pada hari yang sama, asing mencatat jual bersih Rp3,34 triliun.

Tekanan sempat berlanjut pada Senin (19/10/2026), ketika IHSG ditutup turun 3,64 persen atau 188 poin ke level 4.996. Setelah itu, indeks berbalik naik dan bergerak menguat hingga akhir pekan.

Sentimen yang Mempengaruhi Pasar

Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons rencana reformasi struktural bursa. Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai rencana tersebut menjadi salah satu penopang laju IHSG. Pelaku pasar juga mencermati kebijakan BEI yang akan mengecualikan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (22/10/2026). Saham sektor teknologi tertekan, sementara harga minyak melonjak. Kondisi itu sempat memunculkan kekhawatiran aksi ambil untung di pasar domestik sebelum IHSG akhirnya berhasil menutup hari di zona hijau.

Di pasar valuta asing, rupiah pada Jumat siang tercatat melemah ke level Rp18.079 per dolar AS saat dolar AS menguat di sesi Asia.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Pekan Depan

Perdagangan akan kembali dibuka pada Senin (26/10/2026). Setidaknya ada tiga hal yang akan menjadi perhatian pelaku pasar. Pertama, arah arus dana asing yang masih mencatat jual bersih. Kedua, kelanjutan proses konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar Indonesia. Ketiga, persiapan penerapan aturan HSC pada IHSG yang berlaku mulai 2 November 2026.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with