Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Dampaknya bagi Kedua Negara?

Ari
By Ari
10 Menit Baca

Latar Belakang Kontrak Gas Indonesia-Singapura

Indonesia dan Singapura menyepakati perpanjangan pasokan gas pada 2022 hingga 2028 dengan volume lebih rendah dibanding kontrak sebelumnya. Dua kontrak pasokan gas dari Indonesia disebut berlaku hingga 2028. Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong sebelumnya, dalam jawaban di parlemen pada September 2025, menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan gas di Indonesia dapat memengaruhi kemampuan Jakarta memasok gas ke negara lain dan kontrak impor Singapura dijadwalkan berakhir pada akhir 2028. Indonesia sendiri disebut telah merencanakan pengurangan ekspor gas ke Singapura sejak beberapa tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Apa Selanjutnya?

Beberapa hal yang akan dipantau ke depan: apakah pemangkasan ini bersifat sementara atau berlanjut, bagaimana hasil pemeriksaan kontrak oleh Gas Supply, serta apakah pemerintah Indonesia jadi mengevaluasi atau tidak memperpanjang kontrak ekspor gas setelah 2028.

FAQ: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Apakah Indonesia menghentikan total ekspor gas ke Singapura?
Tidak. Indonesia memangkas pasokan sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari mulai 24 Oktober 2026. Bahlil hanya menyatakan pemerintah mempertimbangkan tidak memperpanjang kontrak ekspor ke negara tetangga.

Mengapa Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura?
Untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri, terutama di Batam, Bintan, dan Sumatra, serta mendukung kebutuhan industri seperti petrokimia.

Berapa besar dampaknya bagi Singapura?
Menurut EMA, kurang dari 2 persen kebutuhan gas harian Singapura yang lebih dari 1.000 BBTUD.

Dari mana saja gas yang dipangkas?
Natuna sebesar 15 juta standar kaki kubik per hari dan Sumatra sebesar 16 juta standar kaki kubik per hari.

Apakah Singapura akan menempuh langkah hukum?
Gas Supply memeriksa kemungkinan pelanggaran kontrak, dan jika ditemukan, dapat menempuh penyelesaian komersial sesuai kontrak.

Bagaimana nasib listrik Singapura?
Sekitar 95 persen listrik Singapura berasal dari gas. EMA menyatakan pasokan aman lewat impor LNG dan rencana kontingensi.

Sampai kapan kontrak gas Indonesia-Singapura berlaku?
Menurut berbagai laporan, kontrak pasokan berlaku hingga 2028. (*)

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with